Kena PHK Imbas Covid-19, Banyak Orang Kota Pulang Kampung Jadi Petani
Selasa, 24 November 2020 - 13:36 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Masyita, ke depan sektor pertanian bisa menjadi andalan baru bagi perekonomian jika mengalami krisis. Karena di saat sektor lain mengalami kontraksi, namun pertanian masih mampu berkontribusi bagi perekonomian Indonesia.
"Sehingga sektor ini juga merupakan sektor masa depan yang bisa meningkatkan value addednya karena dia mampu menyelamatkan perekonomian pada saat sektor lain sedang lemah," ucapnya.
(Baca Juga: Pertanian Menyimpan Potensi Besar, Untungnya Bisa 3 Kali Lipat )
Sebagai informasi, Pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) pada kuartal III 2020 tercatat mengalami kontraksi hingga minus 3,49%. Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan tersebut didominasi oleh kontribusi lima sektor, yakni pertanian, industri pengolahan, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan.
Namun, dari kelima sektor itu, hanya pertanian yang masih tumbuh positif. Sementara, industri pengolahan tercatat minus 4,31%, perdagangan minus 5,03%, konstruksi minus 4,52%, serta pertambangan minus 4,28%. "UMKM dan non formal tidak terlalu banyak demand karena memang orang stay from home atau PSBB di beberapa daerah termasuk DKI," kata Masyita.
"Sehingga sektor ini juga merupakan sektor masa depan yang bisa meningkatkan value addednya karena dia mampu menyelamatkan perekonomian pada saat sektor lain sedang lemah," ucapnya.
(Baca Juga: Pertanian Menyimpan Potensi Besar, Untungnya Bisa 3 Kali Lipat )
Sebagai informasi, Pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) pada kuartal III 2020 tercatat mengalami kontraksi hingga minus 3,49%. Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan tersebut didominasi oleh kontribusi lima sektor, yakni pertanian, industri pengolahan, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan.
Namun, dari kelima sektor itu, hanya pertanian yang masih tumbuh positif. Sementara, industri pengolahan tercatat minus 4,31%, perdagangan minus 5,03%, konstruksi minus 4,52%, serta pertambangan minus 4,28%. "UMKM dan non formal tidak terlalu banyak demand karena memang orang stay from home atau PSBB di beberapa daerah termasuk DKI," kata Masyita.
(akr)
Lihat Juga :