Industri Properti Adu Kuat di Koridor Timur Jakarta
Rabu, 25 November 2020 - 15:15 WIB
loading...
A
A
A
“Terbangunnya infrastruktur strategis utama seperti jalan tol, bandara, dan pelabuhan laut akan semakin meningkatkan perekonomian di Rebana Metropolitan sehingga lokasi Subang Smartpolitan menjadi lebih strategis karena berada di jantung pengembangan bisnis dan ekonomi masa depan di Jawa Barat dan menjadi destinasi baru investasi di Indonesia,” tutur Johannes.
Pembangunan Subang Smartpolitan, menurut Johannes Suriadjaja, menjadi bentuk komitmen untuk ikut meningkatkan laju perekonomian daerah. Ditargetkan dapat menyerap tenaga kerja lokal dan berkontribusi terhadap perekonomian Kabupaten Subang dan Provinsi Jawa Barat.
“Dengan semua perencanaan (masterplan) yang sudah disiapkan, Subang akan menjadi pionir smart dan sustainable city yang mengusung infrastruktur dan teknologi efisien serta ramah lingkungan di lokasi yang sangat strategis,” katanya.
Johannes Suriadjaja juga menginformasikan bahwa sejumlah investor dari berbagai industri sudah menyatakan tertarik mengembangkan bisnis di Subang Smartpolitan. Ditargetkan di kawasan itu akan hadir perusahaan dari sektor automotif, consumer goods, farmasi dan perlengkapan medis equipment, IT, dan logistik. (Baca juga: Pesona Jatiluwih Bisa Dinikmati saat Pandemi)
Portofolio investasi SSIA sendiri di antaranya Suryacipta City of Industry, SLP Karawang, Graha Surya Internusa (akan dibangun kembali menjadi menara SSI Tower), Hotel Gran Melia Jakarta, Melia Bali Hotel, Banyan Tree Ungasan Resort Bali, dan BATIQA Hotels.
Kawasan koridor timur Jakarta memang digadang-gadang menjadi kawasan dengan pertumbuhan paling pesat. Hari Ganie, Wakil Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Bidang Tata Ruang, Pengembangan Kawasan dan Properti Ramah Lingkungan, mengatakan koridor timur Jakarta ini memiliki akses yang bagus dari sisi infrastruktur, dikenal sebagai sentra industri terbesar di Asia Tenggara dan posisinya strategis karena menghubungkan dua kota besar di Indonesia, yakni Jakarta dan Bandung yang tidak hanya terkoneksi lewat jalan tol, tetapi nantinya juga dengan kereta cepat. Koridor timur Jakarta, kata Hari Ganie, bahkan akan menjadi satu-satunya kawasan megaurban di Indonesia.
Pembangunan Subang Smartpolitan, menurut Johannes Suriadjaja, menjadi bentuk komitmen untuk ikut meningkatkan laju perekonomian daerah. Ditargetkan dapat menyerap tenaga kerja lokal dan berkontribusi terhadap perekonomian Kabupaten Subang dan Provinsi Jawa Barat.
“Dengan semua perencanaan (masterplan) yang sudah disiapkan, Subang akan menjadi pionir smart dan sustainable city yang mengusung infrastruktur dan teknologi efisien serta ramah lingkungan di lokasi yang sangat strategis,” katanya.
Johannes Suriadjaja juga menginformasikan bahwa sejumlah investor dari berbagai industri sudah menyatakan tertarik mengembangkan bisnis di Subang Smartpolitan. Ditargetkan di kawasan itu akan hadir perusahaan dari sektor automotif, consumer goods, farmasi dan perlengkapan medis equipment, IT, dan logistik. (Baca juga: Pesona Jatiluwih Bisa Dinikmati saat Pandemi)
Portofolio investasi SSIA sendiri di antaranya Suryacipta City of Industry, SLP Karawang, Graha Surya Internusa (akan dibangun kembali menjadi menara SSI Tower), Hotel Gran Melia Jakarta, Melia Bali Hotel, Banyan Tree Ungasan Resort Bali, dan BATIQA Hotels.
Kawasan koridor timur Jakarta memang digadang-gadang menjadi kawasan dengan pertumbuhan paling pesat. Hari Ganie, Wakil Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Bidang Tata Ruang, Pengembangan Kawasan dan Properti Ramah Lingkungan, mengatakan koridor timur Jakarta ini memiliki akses yang bagus dari sisi infrastruktur, dikenal sebagai sentra industri terbesar di Asia Tenggara dan posisinya strategis karena menghubungkan dua kota besar di Indonesia, yakni Jakarta dan Bandung yang tidak hanya terkoneksi lewat jalan tol, tetapi nantinya juga dengan kereta cepat. Koridor timur Jakarta, kata Hari Ganie, bahkan akan menjadi satu-satunya kawasan megaurban di Indonesia.
Lihat Juga :