KUR Super Mikro Selamatkan Usaha Penjual Peyek di Tengah Pandemi
Rabu, 25 November 2020 - 23:05 WIB
loading...
FOTO/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Handika Prasetya tidak pernah menyangka harus kesulitan menjalani usahanya berjualan peyek tahun ini. Setelah hampir 3 tahun tak mengalami kendala berarti dalam berjualan peyek bersama orangtuanya, kini ia harus menghadapi masalah yang juga menjadi urusan bersama masyarakat dunia pandemi Covid-19 .
Terimbas Covid-19, usaha pria berusia 25 tahun ini mengalami penurunan omzet yang signifikan. Jika pada masa normal Handika bisa meraup penghasilan kotor Rp 1 juta setiap bulan, sejak Maret lalu pendapatannya merosot hingga rata-rata Rp 300 ribu tiap bulan. "Omzet usaha saya turun drastis karena kan biasa dominan pembeli dari orang kerja di bandara, karena rumah dekat bandara. Nah pekerja di bandara kan banyak yang kena PHK dan nggak masuk kerja normal, jadi berpengaruh," ujar Handika.
Usaha produksi peyek Handika berlokasi di kawasan Kebon Pala, Halim, Jakarta Timur. Usaha Ayah dari satu anak ini hingga sekarang masih sangat tergantung dengan kehadiran pembeli secara luring karena pemasaran peyeknya masih dilakukan dari warung ke warung. Selama pengunjung warung makan berkurang, maka pemesanan peyek buatannya juga menurun.
Handika mengaku saat ini kondisi usahanya memang sudah membaik. Akan tetapi, omzet per bulan belum sebesar biasanya. Perbaikan omzet yang belum maksimal ini membuat dirinya harus banyak berhemat dan hidup seadanya, serta mengandalkan bantuan pendapatan dari usaha lain orangtuanya. "Setelah PSBB ini omzet sudah naik jadi sekitar Rp300-500 ribu. Untuk makan sehari-hari sih cukup karena orangtua saya juga ada usaha kontrakan," ujarnya.
Baca Juga: Kece Badai! Bank BRI Sulap Sungai Kumuh di Bali Jadi Spot Selfie
Beruntung, di tengah kesulitan yang sedang melanda Handika mendapat tawaran pembiayaan dari Bank BRI. Melalui bantuan seorang Mantri, BRI menawarkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Super Mikro kepada Handika. Penawaran agar Handika ikut program KUR Super Mikro muncul karena orangtuanya merupakan nasabah setia BRI. Program KUR Super Mikro yang ditawarkan kepada Handika cukup terjangkau dan mudah prosedurnya. Handika mengaku, dirinya hanya perlu memenuhi syarat-syarat administrasi yang mudah dan sedikit demi mendapat pinjaman ini. Dengan proses yang singkat, Handika berhasil mendapat pinjaman KUR Super Mikro dari BRI. Dia mengambil pembiayaan dengan tenor 18 bulan.
"Mantri BRI baik, sangat membantu ketika mendaftar hingga pinjaman cair. Saya jelas terbantu dari pinjaman ini. Situasi lagi sulit begini, keuangan dan ekonomi menjadi tidak stabil. Saya akan gunakan pinjaman BRI untuk kelanjutan usaha, pokoknya uangnya diputar deh untuk hal-hal baik dan agar usaha tidak tutup," tuturnya.
Terimbas Covid-19, usaha pria berusia 25 tahun ini mengalami penurunan omzet yang signifikan. Jika pada masa normal Handika bisa meraup penghasilan kotor Rp 1 juta setiap bulan, sejak Maret lalu pendapatannya merosot hingga rata-rata Rp 300 ribu tiap bulan. "Omzet usaha saya turun drastis karena kan biasa dominan pembeli dari orang kerja di bandara, karena rumah dekat bandara. Nah pekerja di bandara kan banyak yang kena PHK dan nggak masuk kerja normal, jadi berpengaruh," ujar Handika.
Usaha produksi peyek Handika berlokasi di kawasan Kebon Pala, Halim, Jakarta Timur. Usaha Ayah dari satu anak ini hingga sekarang masih sangat tergantung dengan kehadiran pembeli secara luring karena pemasaran peyeknya masih dilakukan dari warung ke warung. Selama pengunjung warung makan berkurang, maka pemesanan peyek buatannya juga menurun.
Handika mengaku saat ini kondisi usahanya memang sudah membaik. Akan tetapi, omzet per bulan belum sebesar biasanya. Perbaikan omzet yang belum maksimal ini membuat dirinya harus banyak berhemat dan hidup seadanya, serta mengandalkan bantuan pendapatan dari usaha lain orangtuanya. "Setelah PSBB ini omzet sudah naik jadi sekitar Rp300-500 ribu. Untuk makan sehari-hari sih cukup karena orangtua saya juga ada usaha kontrakan," ujarnya.
Baca Juga: Kece Badai! Bank BRI Sulap Sungai Kumuh di Bali Jadi Spot Selfie
Beruntung, di tengah kesulitan yang sedang melanda Handika mendapat tawaran pembiayaan dari Bank BRI. Melalui bantuan seorang Mantri, BRI menawarkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Super Mikro kepada Handika. Penawaran agar Handika ikut program KUR Super Mikro muncul karena orangtuanya merupakan nasabah setia BRI. Program KUR Super Mikro yang ditawarkan kepada Handika cukup terjangkau dan mudah prosedurnya. Handika mengaku, dirinya hanya perlu memenuhi syarat-syarat administrasi yang mudah dan sedikit demi mendapat pinjaman ini. Dengan proses yang singkat, Handika berhasil mendapat pinjaman KUR Super Mikro dari BRI. Dia mengambil pembiayaan dengan tenor 18 bulan.
"Mantri BRI baik, sangat membantu ketika mendaftar hingga pinjaman cair. Saya jelas terbantu dari pinjaman ini. Situasi lagi sulit begini, keuangan dan ekonomi menjadi tidak stabil. Saya akan gunakan pinjaman BRI untuk kelanjutan usaha, pokoknya uangnya diputar deh untuk hal-hal baik dan agar usaha tidak tutup," tuturnya.
Lihat Juga :