Kemenparekraf Harap ICTM Digelar Berkelanjutan di Berbagai Kota

Kamis, 26 November 2020 - 09:51 WIB
loading...
Kemenparekraf Harap...
Suasana ICTM 2020 di Kota Batu, Jawa Timur, kemarin. ICTMbisa berdampak positif dalam menghidupkan lagi wisata Meeting, Incentive, Convention, Exhibition(MICE) yang sempat redup akibat pandemi Covid-19. Foto/Okezone/Avirista)
A A A
MALANG - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menggelar Indonesia Corporate Travel and MICE (ICTM) di Kota Batu, Malang Raya, Jawa Timur, 12-14 November 2020. Event seperti ini diharapkan bisa terus digelar di kota-kota lain di Indonesia.

Koordinator Promosi dan Pendukung Wisata, Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran Kemenparekraf Titik Wahyuni mengatakan, pergelaran ICTM bisa berdampak positif dalam menghidupkan lagi wisata Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE) yang sempat redup akibat pandemi Covid-19. (Baca: Jangan Lupakan Doa Ini di Pagi hari)

Pergelaran ICTM 2020 seperti di Malang Raya bisa mempertemukan pembeli (buyer) dan penjual (seller) produk wisata sehingga sangat baik jika digelar secara berkelanjutan di kota-kota lain agar ekonomi bisa tumbuh.

“Berharap kegiatan ICTM ini bisa sustainable (berkelanjutan) tumbuh dan bergerak,” katanya, kepada SINDO Media di sela event ICTM di Kota Batu, belum lama ini.

ICTM sudah dua kali digelar dan terbukti dampak positif bagi pelaku wisata, karena mereka bisa saling bertukar pasar dalam event ini.

“Kemarin kopi chat yang kami dengar dari teman-teman buyer, bagi mereka, kegiatan ICTM sesuatu yang baru. Bagi mereka yang biasanya ke mana kita ngobrol tidak ada wadahnya, adanya ICTM bisa mengeksplor pasar kontak baru,” tuturnya. (Baca juga: Bantuan Subsidi Upah Guru Masih Bisa Diambil Sampai Juni 2021)

Begitu pula dari pembeli, ternyata ada banyak produk yang bisa mereka dapatkan untuk mengekspos bisnisnya juga.

Titik yakin ICTM bisa mendorong transaksi lebih banyak sehingga bisa mendongkrak perekonomian mengingat pendekatan ICTM mempertemukan antara para korporasi besar dan pelaku-pelaku usaha.

“Karena ICTM ini punya sesuatu yang berbeda dari be to be, sebelum Covid dari buyer-nya berbagai korporasi dari oil gas, travel, travel hal biasa, ada furnitur, dari mining juga,” ungkapnya.

Namun, pergelaran transaksi lewat ICTM tetap memperhatikan sisi protokol kesehatan Covid-19. “Saat ini yang utama adalah kesehatan. Dibandingkan tadi variabel lain, protokol kesehatan layanan utama, itu skenarionya. Pendorong pendukung untuk kegiatan kita harus disiplin menerapkan protokol CHSE, apakah itu di meeting-nya, di atraksinya, transportasi, bandaranya, semua mengacu ke protokol kesehatan,” tandasnya. (Baca juga: Pesona Jatiluwih Masih Bisa Dinikmati saat Pandemi)

ICTM 2020 merupakan kegiatan kerja sama Kemenparekraf dengan PT Biztrips Teknologi Multimedia Solusi dan MNC Group selaku official media partner. Kegiatan ini digelar dengan harapan mampu mengembalikan lagi sektor pariwisata yang sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia pada awal tahun ini telah membuat sektor pariwisata lumpuh.

Sebelumnya, Ketua Bidang Media dan Komunikasi Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), AB Sadewa, menuturkan, industri hotel sementara bertahan di masa pandemi mengandalkan sektor domestik dengan mengembangkan paket staycation dan weekdays. “Mungkin kita baru bisa real pick up di pertengahan tahun depan, itu strategi kami sambil menunggu border dibuka supaya wisatawan mancanegara bisa datang lagi,” paparnya. (Lihat videonya: KPK Tangkap Menteri KKP Edhy Prabowo di Bandara Sokearno-Hatta)

AB Sadewa menilai gelaran ICTM bisa menjadi stimulasi karena dilakukan secara offline, di mana sellers dan buyers bisa mendapatkan real impact dan akan bergerak lagi. “ICTM sangat positif untuk menormalisasi khususnya pariwisata. Harapan kami kita akan kembali optimis, kita juga sudah melaksanakan protokol CHSE di mana semua anggota kita sudah menerapkan protokol-protokol kesehatan dasar,” ucapnya. (Avirista Midaada)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Industri Hotel Mewah...
Industri Hotel Mewah RI Lampaui Pemulihan Pasar, Bali Perkuat Branded Residence
Libur Lebaran, Serambi...
Libur Lebaran, Serambi MyPertamina Hadir di 19 Titik Jalur Wisata
KPIG Kebut Pengembangan...
KPIG Kebut Pengembangan Lido City, Proyek Pariwisata Terpadu Siap Jadi Mesin Pertumbuhan
Jasaraharja Putera Dorong...
Jasaraharja Putera Dorong Penguatan Manajemen Risiko Pariwisata lewat FGD Pilot Project 2026
Siap-siap! Harga Tiket...
Siap-siap! Harga Tiket Pesawat, Kereta, hingga Kapal Lebih Murah Saat Nataru 2025/2026
11,4 Juta Wisman Mengunjungi...
11,4 Juta Wisman Mengunjungi Indonesia, Turis ASEAN Mendominasi
Meruorah Labuan Bajo...
Meruorah Labuan Bajo Siap Naik Kelas Lewat Sinergi Baru
Kemenpar Siapkan Sistem...
Kemenpar Siapkan Sistem API untuk Saring Hotel dan Vila Ilegal di OTA
Caketum HIPMI Reynaldo:...
Caketum HIPMI Reynaldo: Pariwisata Penggerak Ekonomi Nasional
Rekomendasi
Kuliah Umum di IPDN,...
Kuliah Umum di IPDN, Menko AHY Ajak Praja Taklukkan Tantangan Geografis Indonesia
Road to Kilau Raya Hadir...
Road to Kilau Raya Hadir di Kota Mojokerto, Siapkan Pesta Rakyat Penuh Kemeriahan
Vinicius Moncer, Brasil...
Vinicius Moncer, Brasil Gunduli Haiti 3-0
Berita Terkini
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
Pelemahan Emas Antam...
Pelemahan Emas Antam Berlanjut ke Rp2.6 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved