Kerja Sama Tiga Negara Cetak 4.054 UKM Halal Berorientasi Ekspor

loading...
Kerja Sama Tiga Negara Cetak 4.054 UKM Halal Berorientasi Ekspor
Kerja sama Indonesia-Malaysia-Thailand (IMT-GT) berhasil mencetak ribuan Usaha Kecil Menengah (UKM) Halal berorientasi ekspor. Foto/Dok
JAKARTA - Kerja sama Indonesia-Malaysia-Thailand (IMT-GT) berhasil mencetak ribuan Usaha Kecil Menengah (UKM) Halal berorientasi ekspor. Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto mengatakan, hingga akhir Oktober 2020, IMT-GT berhasil mencetak sebanyak 4.054 UKM Halal berorientasi ekspor.

(Baca Juga: Konsumsi Mamin Halal Diprediksi Capai USD1,972 Triliun pada 2024 )

Jumlah ini melampaui target yang ditetapkan sebelumnya yaitu 3.000 UKM pada 2021, sehingga targetnya dinaikkan menjadi 7.000 UKM pada akhir 2021. Tidak hanya jumlah UKM, jumlah Tenaga Ahli Halal juga telah melampaui target yang telah ditetapkan.

"Jumlah Tenaga Ahli Halal mencapai 59.418 tenaga ahli, angka tersebut jauh melampaui target sebesar 30.000 tenaga ahli," kata Mendag Agus di Jakarta, Kamis (26/11/2020).



Kata dia, pandemi Covid-19 telah mengakibatkan krisis dunia yang sangat besar. "Semua negara menghadapi pertumbuhan yang negatif dan mengakibatkan jutaan orang berisiko kehilangan pekerjaan,” bebernya.

(Baca Juga: Kawasan Industri Halal One-Stop Service Siap Menyapa Banten dan Sidoarjo )

Memasuki akhir periode Cetak Biru 2017-2021, IMT-GT perlu melakukan refleksi terhadap Visi 2036. Mendag menekankan bahwa IMT-GT harus benar-benar dapat mengidentifikasi strategi sektor dengan target terukur dan jelas.



Ia juga mengingatkan, agar tetap memperhatikan permasalahan yang terjadi saat ini seperti kesehatan global, revolusi industri, ketahanan pangan dan energi, kualitas sumber daya manusia serta sumber daya yang berkelanjutan. Indonesia mencatat beberapa poin penting yaitu; Pertanian yang merupakan salah satu sektor utama perlu diperkuat dalam menghadapi dampak global seperti pandemi Covid-19 di masa mendatang.

“Sektor pertanian perlu memiliki proyek skala ekonomi yang efisien untuk memudahkan petani mengakses keuangan, informasi, teknologi dan pemasaran. Disamping itu, IMT-GT harus fokus pada beberapa komoditas prioritas dan mengembangkan jaringan dengan membentuk korporasi petani,” tandasnya.
(akr)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top