Mantap! Pertamina EP Rampungkan Proyek SP Bambu Besar dan SKG Betung
Jum'at, 27 November 2020 - 16:25 WIB
loading...
Salah satu fasilitas di proyek SKG Betung yang berhasil dirampungkan Pertamina EP lebih cepat dari target. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina EP berhasil menyelesaikan SP Bambu Besar dan SKG Betung lebih cepat dari target. Kedua proyek tersebut dapat menambah produksi minyak sebesar 2.738 barel minyak per hari (bopd) dan gas sebesar 15,52 MMscfd.
Proyek SP Bambu Besar semula ditargetkan onstream pada tahun 2021, berhasil diselesaikan lebih cepat secara bertahap sehingga gas non-associated dapat mengalir pada bulan September tahun 2020. Penyelesaian Fasilitas Gas SP Bambu Besar ini penting dalam upaya menjaga pasokan gas ke industri domestik di Jawa Barat.
(Baca Juga: SKK Migas Usahakan Produksi Migas Tidak Turun di 2021)
"Kami mengapresiasi kinerja PT Pertamina EP dalam merealisasi SP Bambu Besar lebih cepat dari target, sehingga pada tahun 2020 ini kita sudah berhasil mendapatkan tambahan produksi," kata Kepala Divisi Manajemen Proyek dan Pemeliharaan Fasilitas SKK Migas Luky A Yusgiantoro, pada peresmian fasilitas produksi SP Bambu Besar dan SKG Betung yang dilaksanakan secara daring, Jumat (27/11/2020).
Dia menambahkan, dalam kondisi pandemi Covid-19 dan harga minyak yang rendah, capaian ini sangat luar biasa. Luky menekankan, untuk mencapai hal ini jelas dibutuhkan usaha tambahan di lapangan. Proyek SP Bambu Besar berkonstribusi menghasilkan tambahan produksi minyak sebesar 2738 bopd dan gas 5.52 MMscfd, serta untuk SKG Betung dapat menjaga produksi gas sebesar 10 MMscfd.
"Kami berharap PT Pertamina EP secara berkelanjutan melakukan inovasi, efisiensi dan peningkatan pengelolaan aspek manajemen pengelolaan proyek, kompetensi sumber daya manusia, dan keteknikan dengan tetap mengutamakan keselamatan kerja dalam pemenuhan target-target penyelesaian Proyek Hulu Migas," tambahnya.
Sementara itu, Direktur Pengembangan dan Operasi PT Pertamina Hulu Energi, selaku Sub Holding Upstream, Taufik Adityawarman menyampaikan bahwa komitmen Pertamina EP dalam penyelesaian proyek-proyek dengan berbagai tantangan ditengah pandemic Covid-19 merupakan bentuk komitmen Pertamina dalam penyediaan energi nasional.
Proyek SP Bambu Besar semula ditargetkan onstream pada tahun 2021, berhasil diselesaikan lebih cepat secara bertahap sehingga gas non-associated dapat mengalir pada bulan September tahun 2020. Penyelesaian Fasilitas Gas SP Bambu Besar ini penting dalam upaya menjaga pasokan gas ke industri domestik di Jawa Barat.
(Baca Juga: SKK Migas Usahakan Produksi Migas Tidak Turun di 2021)
"Kami mengapresiasi kinerja PT Pertamina EP dalam merealisasi SP Bambu Besar lebih cepat dari target, sehingga pada tahun 2020 ini kita sudah berhasil mendapatkan tambahan produksi," kata Kepala Divisi Manajemen Proyek dan Pemeliharaan Fasilitas SKK Migas Luky A Yusgiantoro, pada peresmian fasilitas produksi SP Bambu Besar dan SKG Betung yang dilaksanakan secara daring, Jumat (27/11/2020).
Dia menambahkan, dalam kondisi pandemi Covid-19 dan harga minyak yang rendah, capaian ini sangat luar biasa. Luky menekankan, untuk mencapai hal ini jelas dibutuhkan usaha tambahan di lapangan. Proyek SP Bambu Besar berkonstribusi menghasilkan tambahan produksi minyak sebesar 2738 bopd dan gas 5.52 MMscfd, serta untuk SKG Betung dapat menjaga produksi gas sebesar 10 MMscfd.
"Kami berharap PT Pertamina EP secara berkelanjutan melakukan inovasi, efisiensi dan peningkatan pengelolaan aspek manajemen pengelolaan proyek, kompetensi sumber daya manusia, dan keteknikan dengan tetap mengutamakan keselamatan kerja dalam pemenuhan target-target penyelesaian Proyek Hulu Migas," tambahnya.
Sementara itu, Direktur Pengembangan dan Operasi PT Pertamina Hulu Energi, selaku Sub Holding Upstream, Taufik Adityawarman menyampaikan bahwa komitmen Pertamina EP dalam penyelesaian proyek-proyek dengan berbagai tantangan ditengah pandemic Covid-19 merupakan bentuk komitmen Pertamina dalam penyediaan energi nasional.
Lihat Juga :