Konsumen RI Optimistis

Sabtu, 28 November 2020 - 08:36 WIB
loading...
Konsumen RI Optimistis
Managing Partner Inventure Yuswohady. Foto/dok
A A A
Yuswohady
Managing Partner Inventure

Terkait dengan gelaran Indonesia Industri Outlook 2021 #IIO2021 yang digelar Inventure awal bulan November lalu, saya melakukan serangkaian riset untuk mengetahui pergeseran besar konsumen (consumer megashift) yang diakibatkan oleh pandemi.

Survei yang saya lakukan di bulan September 2020 tersebut istimewa, karena berbeda dengan survei pasar pada umumnya, survei ini saya rancang untuk mengetahui preferensi konsumen setelah vaksin diproduksi dan didistribusikan ke masyarakat. Artinya konsumen sudah mendapatkan sinyal positif bakal berakhirnya pandemi. (Baca: Antara Cacian dan Doa yang Dikabulkan)

Seperti diketahui, awal tahun depan Bio Farma sudah berencana memproduksi dan mendistribusikan vaksin Covid-19. Kehadiran vaksin ini penting karena akan mengubah keseluruhan sentimen masyarakat mengenai prospek berakhirnya pandemi dan menggeliatnya kembali perekonomian.

Kehadiran vaksin akan mendongkrak sentimen positif konsumen sehingga mereka akan konfiden mengenai prospek perekonomian. Meningkatnya convidence level inilah yang mendorong mereka untuk berbelanja dan meningkatkan konsumsi. Ketika konsumsi mulai menggeliat maka inilah awal dari menggeliatnya perekonomian secara keseluruhan.

Untuk mendapatkan gambaran mengenai sentimen konsumen dalam memasuki tahun baru 2021 itulah saya melakukan survei terhadap 1121 responden di seluruh Indonesia. Hasil survei ini akan saya share ke para pembaca dalam beberapa tulisan ke depan. Untuk minggu ini saya akan memulainya dengan melihat optimisme konsumen Indonesia. (Baca juga: Seleksi Guru PPPK, Guru Wajib Terdaftar di Dapodik)

Resesi yang diakibatkan oleh Covid-19 rupanya berdampak pada kondisi keuangan konsumen. Untuk mengetahui kondisi keuangan konsumen ini saya mencoba meninjaunya dari empat pilar keuangan rumah tangga yaitu: pendapatan (income), pengeluaran (spending), tabungan (saving), dan investasi (investing).

Pertanyaannya, bagaimana kondisi income, spending, saving, dan investing keluarga Indonesia di masa pandemi? Pertama-tama adalah pendapatan. Dengan adanya lay off dan ekonomi yang sulit, wajar jika pendapatan keluarga mengalami penurunan. Dari seluruh responden yang saya survei, sekitar 67,6% mengatakan bahwa pendapatan mereka cenderung berkurang selama pandemi.

Dari sisi pengeluran, komposisinya secara umum berimbang antara pengeluaran mereka turun, sama saja, dan naik selama pandemi. Angkanya berkisar 30% terbagi merata antara mereka yang mengatakan naik, sama saja, dan mengalami penurunan. (Baca juga: Fungsi Minyak Zaitun untuk Kesehatan)

Menariknya, kalau di awal-awal pandemi lalu jumlah tabungan masyarakat cenderung meningkat karena mereka menekan pengeluaran untuk ditabung sebagai dana cadangan menghadapi ketidakmenentuan ekonomi. Namun setelah krisis berjalan 6-7 bulan mereka mulai mengatakan bahwa jumlah tabungan dan investasi mereka mulai menurun. Angkanya cukup besar masing-masing: 49% dan 58%.

Hal ini mengindikasikan bahwa pengaruh krisis pandemi di akhir-akhir tahun 2020 ini semakin dalam dan dirasakan masyarakat. Menurunya jumlah tabungan ini mengindikasikan bahwa setelah krisis berjalan cukup lama, mereka mulai "makan tabungan". Artinya, ketika pendapatan tak bisa diharapkan, maka terpaksa mereka mulai mengambil uang tabungan untuk menutupi pengeluaran yang ada.

Namun menariknya lagi, meskipun pendapatan masyarakat Indonesia mengalami penurunan, namun mereka tetap optimistis mengenai prospek pemulihan ekonomi. Ini tentu saja merupakan pertanda positif. (Baca juga: Gaji PNS ke Depan: Selamat Tinggal Pangkat dan Golongan)

Ketika ditanya kapan krisis pandemi ini bakal berakhir, hampir 50% mengatakan optimistis bahwa pandemi akan berakhir di akhir 2020 dan hampir 30% mengatakan pertengahan 2021. Angka yang cukup besar ini mengindikasikan bahwa konsumen Indonesia yakin krisis bakal segera berakhir.

Menariknya lagi, jika ditanya kapan kondisi keuangan mereka akan kembali normal, maka jawaban mereka tak kalah optimistis. Sekitar 51% responden mengatakan bahwa kondisi keuangan mereka akan kembali normal pada akhir 2021 dan hampir 30% mengatakan di pertengahan 2021.

Temuan ini barangkali tak begitu mengagetkan kalau kita mengamati perkembangan keseharian yang terjadi di masyarakat beberapa minggu terakhir. Dalam beberapa minggu ini saya mengamati kondisi lalu-lintas di jalan-jalan, kesibukan pasar-pasar, orang berbelanja di toko-toko, atau orang makan di warung dan resto, kondisinya mulai terlihat ramai dan sibuk. (Lihat videonya: Lompat dari Motor, Bocah Sembilan Tahun Lolos dari Penculikan)

Sekilas tak terlihat lagi kondisi krisis seperti yang terjadi di awal-awal pandemi saat kebijakan PSBB diberlakukan. Mudah-mudahan ini pertanda bagus mulai menggeliatnya perekonomian Indonesia.
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketiga Kalinya, Para...
Ketiga Kalinya, Para Ahli Tak Melihat Perbaikan Ekonomi Indonesia
BI Rate Turun, Ekonom...
BI Rate Turun, Ekonom Sebut Kebijakan Fiskal dan Moneter Satu Arah Dorong Pemulihan Ekonomi
BUMN Berperan Penting...
BUMN Berperan Penting selama Pandemi Covid-19 dan Era Pemulihan
Upaya Mengapresiasi...
Upaya Mengapresiasi Konsistensi Menjaga Loyalitas Konsumen
Ekonomi Tumbang, Jepang...
Ekonomi Tumbang, Jepang Pesimistis Pemulihan Bakal Berjalan Cepat
Survei BI: Optimisme...
Survei BI: Optimisme Konsumen Meningkat pada Januari 2024
WHO Warning Angka Kasus...
WHO Warning Angka Kasus Covid-19 Akibat NB.1.8.1Terus Melonjak Cepat
Presiden Prabowo Siapkan...
Presiden Prabowo Siapkan Kebijakan Strategis untuk Dorong Ekonomi Nasional
Mahfud MD Ungkap Tegaknya...
Mahfud MD Ungkap Tegaknya Hukum dapat Membuat Perekonomian Tumbuh
Rekomendasi
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
Refleksikan Cita-cita...
Refleksikan Cita-cita Bung Karno, PDIP Minta Pemerintah Wujudkan Keadilan Hukum dan Ekonomi
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
Infografis
6 Produk Buatan China...
6 Produk Buatan China yang Digemari Konsumen Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved