Pasca Covid-19, IHW Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Bawah 4%

Senin, 11 Mei 2020 - 23:20 WIB
loading...
Pasca Covid-19, IHW...
Indonesia Halal Watch (IHW) Gelar FGD bersama sejumlah narasumber via Zoom dan YouTube membahas perekonomian bangsa. Foto/Dok.
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Indonesia Halal Watch (IHW) Ikhsan Abdullah memperkirakan pertumbuhan ekonomi global pasca pandemi Covid-19 akan turun dari 3% menjadi hanya 1,5%, bahkan tidak menutup kemungkinan lebih rendah dari itu.

Dalam Focus Group Discussion (FGD) yang dilakukan IHW via zoom dan YouTube bersama sejumlah narasumber dan peserta diskusi, pandemi Covid-19 telah mengganggu perekonomian dunia dan Indonesia.

Gangguan tersebut terlihat dari menurunnya pertumbuhan ekonomi Indonesia, dimana pada kuartal I 2020 menjadi 2,7%. "Pasca Covid-19, pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya bisa 4% atau lebih rendah, tergantung seberapa lama dan seberapa parah parah penyebaran pandemi Covid-19 mempengaruhi atau bahkan melumpuhkan kegiatan masyarakat dan aktivitas perekonomian," terangnya dalam FGD secara online di Jakarta, Senin (11/5/2020).

Ikhsan Abdullah menerangkan Covid-19 telah berdampak dan membuat semakin memburuknya sistem keuangan, yang ditunjukkan dengan penurunan berbagai aktivitas ekonomi domestik. Karena itu, diperlukan langkah-langkah penanganan pandemi yang berisiko pada ketidakstabilan makroekonomi. "Hal ini (sistem keuangan) perlu dimitigasi bersama oleh pemerintah," tukasnya.

Penyebaran pandemi covid-19 yang memberikan dampak dan mengancam pertumbuhan ekonomi Indonesia, papar Ikhsan, antara lain karena menurunnya penerimaan negara serta ketidakpastian ekonomi global yang memerlukan kebijakan dan langkah-langkah luar biasa (extraordinary).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Buka MNC Forum ke-82,...
Buka MNC Forum ke-82, HT Ungkap Peran Strategis Pasar Modal bagi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Mengulik Kerentanan...
Mengulik Kerentanan Ekonomi Nasional di Balik Angka Pertumbuhan 5,61 Persen
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi 5,61% Diragukan, Purbaya: Angka Jelek Ribut, Angka Tinggi Ribut
Kejar Pertumbuhan Ekonomi...
Kejar Pertumbuhan Ekonomi RI 2026 Dekati 6%, Purbaya Ungkap Fokus Utama Pemerintah
Ekonomi RI 5,61% Tertinggi...
Ekonomi RI 5,61% Tertinggi di G20, Airlangga Akui Berkat Momentum Ramadan dan Lebaran
RI Lepas dari Kutukan...
RI Lepas dari Kutukan Ekonomi 5%, Purbaya Ngak Stress Lagi
Pertumbuhan yang Berdampak
Pertumbuhan yang Berdampak
Jebakan Pertumbuhan...
Jebakan Pertumbuhan 5 Persen
Tekanan Fiskal dan Belanja...
Tekanan Fiskal dan Belanja Berkualitas
Rekomendasi
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
Doa Memasuki Tahun Baru...
Doa Memasuki Tahun Baru Islam, Jangan Lupa Diamalkan!
Dari Iran ke Indonesia,...
Dari Iran ke Indonesia, Pesepeda Arezoo Tampil Memukau Lewat Sentuhan Ade Fitri Kirana
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Infografis
Indonesia-AS Teken Perjanjian...
Indonesia-AS Teken Perjanjian Dagang Resiprokal: Kabar Baik buat 4 Juta Buruh Tekstil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved