Mau Borong Saham tapi Kurang Duit? Bisa Ngutang Dulu ke PEI

Senin, 30 November 2020 - 19:24 WIB
loading...
Mau Borong Saham tapi...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Direktur PT Pendanaan Efek Indonesia (PEI) Suryadi mengatakan bahwa PEI didirikan untuk menciptakan likuiditas di pasar modal Indonesia. Artinya, PEI jadi alternatif untuk pendanaan para nasabah yang ingin bertransaksi efek di pasar modal.

"PEI diniatkan untuk menciptakan likuiditas di pasar modal Indonesia. Jadi alternatif untuk pendanaan para nasabah untuk transaksi efek di pasar modal, ya seperti 'bank' di pasar modal," kata Direktur PEI Suryadi dalam 2nd Closing IDX channel, senin (30/11/2020). ( Baca juga:Pasar Modal Syariah Punya Potensi Besar, Kontribusi PDB 2019 Capai 24% )

Ia menjelaskan, uang yang didapat oleh nasabah bisa diperoleh dari transaksi marjin. Transaksi marjin adalah transaksi pembelian efek untuk kepentingan nasabah yang dibiayai oleh perusahaan efek.

"Jadi kalau ada nasabah yang ingin bertransaksi marjin, misalnya nasabah yang ingin membeli 1 juta lembar saham dengan nilai Rp100 juta, maka nasabah tersebut bisa meminjam maksimal sebesar Rp65 juta," terangnya.

Ia menambahkan, bagi nasabah yang meminjam harus dapat mengembalikan dana dalam jangka waktu tiga bulan. Pendanaan tidak langsung diberikan pada nasabah tapi melalui perusahaan sekuritas yang sudah bekerjasama dengan PEI. ( Baca juga:Boven Digoel Papua Memanas, Massa Ngamuk Bakar Rumah Wakil Bupati )

"Pendanaan ini kita kasih bunganya hanya 9% ke perusahaan sekuritas. Nah nanti bunga ke nasabah bisa bervariasi," tambahnya.

Sekedar informasi, PEI merupakan sebuah perusahaan yang menyediakan pendanaan kepada perusahaan efek yang terdaftar sebagai anggota bursa (AB). PEI didirikan pada tanggal 27 Desember 2016 oleh 3 (tiga) Self-Regulatory Organizations (SRO), yaitu PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Naik 1,74% ke Level 6.340
IHSG Lanjutkan Penguatan,...
IHSG Lanjutkan Penguatan, Sore Ini Ditutup Reli ke Level 6.231
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Podomoro University Cetak Wirausaha Berbasis Pasar Modal
Dibuka Naik Tipis, IHSG...
Dibuka Naik Tipis, IHSG Langsung Balik Arah Turun 0,24% ke 6.093
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Edukasi Pasar Modal untuk Mahasiswa Universitas Budi Luhur
AEI Golf Tournament...
AEI Golf Tournament 2026 Resmi Ditutup, Airlangga Hartarto: Ini Bagian Silaturahmi Lingkungan Pasar Modal
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
OJK dan Bareskrim Usut...
OJK dan Bareskrim Usut Dugaan Pidana Pasar Modal, MA Pastikan Dana Nasabah Aman
Rekomendasi
5 Kebiasaan yang Bikin...
5 Kebiasaan yang Bikin Pencernaan Sehat dan Menurunkan Berat Badan
AS Ancam Malaysia setelah...
AS Ancam Malaysia setelah Anwar Ibrahim Ingin Usir Seluruh Warga Israel
3 Tentara AS Tewas Diserang...
3 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran, Trump Salahkan Yordania
Berita Terkini
Tren Penguatan IHSG...
Tren Penguatan IHSG Lanjut ke 6.346, Transaksi di Awal Sesi Cetak Rp627 Miliar
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Infografis
Dua Skenario HUT ke-79...
Dua Skenario HUT ke-79 RI: Bisa di Jakarta dan IKN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved