Kunjungan Wisman Meningkat 4,57%, Pariwisata Indonesia Mulai Menggeliat
Rabu, 02 Desember 2020 - 08:15 WIB
loading...
A
A
A
Secara kumulatif (Januari–Oktober 2020), Setianto menyampaikan jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 3,72 juta kunjungan. Jumlah ini turun sebesar 72,35% jika dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2019 yang berjumlah 13,45 juta kunjungan.
Tanda-tanda perbaikan pariwisata ini juga terlihat dari tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Indonesia pada Oktober 2020 mencapai rata-rata 37,48%. Dibandingkan dengan bulan sebelumnya, TPK bulan ini mengalami kenaikan sebesar 5,36 poin.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, memang masih jauh dari harapan, karena TPK pada Oktober 2019 tercatat sebesar 56,77%. Setianto mengatakan kenaikan TPK hotel berbintang ini lebih banyak dipengaruhi wisatawan domestik.
“Tren wisatawan mancanegara ini yang masih belum banyak bergerak sehingga TPK dipengaruhi oleh wisatawan domestik,” ujarnya. (Baca juga: Covid-19 Bisa Sebabkan Gigi Penderita Tanggal)
Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama Oktober 2020 tercatat sebesar 1,62 hari. “Ini terjadi penurunan sebesar 0,18 poin jika dibandingkan dengan keadaan Oktober 2019,” ucapnya.
Meski sudah ada pelonggaran di sejumlah negara, ia menyatakan belum usainya pandemi Covid-19 masih membuat wisman wait and see untuk melakukan kunjungan ke luar negeri.
Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdulah mengatakan kenaikan jumlah wisman memang cenderung meningkat dari bulan ke bulan, tapi masih sangat terbatas dan jauh di bawah normal.
Tanda-tanda perbaikan pariwisata ini juga terlihat dari tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Indonesia pada Oktober 2020 mencapai rata-rata 37,48%. Dibandingkan dengan bulan sebelumnya, TPK bulan ini mengalami kenaikan sebesar 5,36 poin.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, memang masih jauh dari harapan, karena TPK pada Oktober 2019 tercatat sebesar 56,77%. Setianto mengatakan kenaikan TPK hotel berbintang ini lebih banyak dipengaruhi wisatawan domestik.
“Tren wisatawan mancanegara ini yang masih belum banyak bergerak sehingga TPK dipengaruhi oleh wisatawan domestik,” ujarnya. (Baca juga: Covid-19 Bisa Sebabkan Gigi Penderita Tanggal)
Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama Oktober 2020 tercatat sebesar 1,62 hari. “Ini terjadi penurunan sebesar 0,18 poin jika dibandingkan dengan keadaan Oktober 2019,” ucapnya.
Meski sudah ada pelonggaran di sejumlah negara, ia menyatakan belum usainya pandemi Covid-19 masih membuat wisman wait and see untuk melakukan kunjungan ke luar negeri.
Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdulah mengatakan kenaikan jumlah wisman memang cenderung meningkat dari bulan ke bulan, tapi masih sangat terbatas dan jauh di bawah normal.
Lihat Juga :