Dukung Jutaan Santri Melek Digital, Telkom Modernisasi 50 Pesantren
Rabu, 02 Desember 2020 - 18:18 WIB
loading...
A
A
A
Zuhed Nur mengungkapkan, salah satu pembekalan yang dilakukannya kepada Santri adalah Kartu Santri, yakni kartu fintech yang memudahkan administrasi santri di lingkungan pesantren. Di dalamnya berisikan menu Identitas Digital, Alat pembayaran Digital, Top Up Saldo, hingga Monitoring oleh Orang Tua.
"Sekalipun penggunaan ponsel cerdas di pesantren terbatas, namun santri tetap bisa melakukan transaksi digital khususnya pembayaran dan pembelian pada merchant tertentu. Termasuk orang tua bisa dapat mengirim uang, memonitor transaksi dan saldo, hingga belanja terkelola tanpa perlu kembalian," katanya.
(Baca juga: Konsensus Global Belum Sepakat, Sri Mulyani Tegaskan Tetap Pungut Pajak Digital )
Salah satu layanan teknologi keuangan PT Telkom tersebut juga dilengkapi digital wallet yang dapat diisikan (top-up) dari berbagai kanal perbankan. Pada saat bersamaan, kecanggihannya juga dapat mendukung proses pembelajaran, seperti media pencatat absensi hingga merekam aktivitas di kelas hingga perpustakaan.
Proses registrasi, sambung dia, relatif mudah yakni diawali pesantren membuat data santri sesuai format yang sudah ditentukan. Setelah itu, data didata secara keseluruhan guna memperoleh virtual account (VA) Bank Mandiri dan BNI. Jika VA sudah ada, maka bisa dibuatkan kartu untuk selanjutnya santri mengganti PIN temporernya.
"Ketika sudah transaksi, santri cukup membawa Kartu Santri ke merchant untuk dipindai dan masukkan PIN untuk nanti muncul struk transaksi. Saldo santri akan terpotong sementara saldo merchant bertambah sebagaimana umumnya transaksi digital," jelas dia.
"Sekalipun penggunaan ponsel cerdas di pesantren terbatas, namun santri tetap bisa melakukan transaksi digital khususnya pembayaran dan pembelian pada merchant tertentu. Termasuk orang tua bisa dapat mengirim uang, memonitor transaksi dan saldo, hingga belanja terkelola tanpa perlu kembalian," katanya.
(Baca juga: Konsensus Global Belum Sepakat, Sri Mulyani Tegaskan Tetap Pungut Pajak Digital )
Salah satu layanan teknologi keuangan PT Telkom tersebut juga dilengkapi digital wallet yang dapat diisikan (top-up) dari berbagai kanal perbankan. Pada saat bersamaan, kecanggihannya juga dapat mendukung proses pembelajaran, seperti media pencatat absensi hingga merekam aktivitas di kelas hingga perpustakaan.
Proses registrasi, sambung dia, relatif mudah yakni diawali pesantren membuat data santri sesuai format yang sudah ditentukan. Setelah itu, data didata secara keseluruhan guna memperoleh virtual account (VA) Bank Mandiri dan BNI. Jika VA sudah ada, maka bisa dibuatkan kartu untuk selanjutnya santri mengganti PIN temporernya.
"Ketika sudah transaksi, santri cukup membawa Kartu Santri ke merchant untuk dipindai dan masukkan PIN untuk nanti muncul struk transaksi. Saldo santri akan terpotong sementara saldo merchant bertambah sebagaimana umumnya transaksi digital," jelas dia.
Lihat Juga :