Pemulihan Ekonomi, Utilisasi Industri Manufaktur Meningkat
Kamis, 03 Desember 2020 - 07:35 WIB
loading...
Program dan kebijakan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) membuahkan hasil. Foto/dok
A
A
A
JAKARTA - Program dan kebijakan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) membuahkan hasil. Hal itu terlihat dari perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu yang menunjukkan perbaikan.
Menurut Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto, pemulihan ekonomi terjadi pada dua sisi, yaitu sisi permintaan (perbaikan inflasi) dan sisi produksi (kenaikan indeks Purchasing Manager Index/PMI Manufaktur). “Di mana program dan kebijakan KPC-PEN sejak awal diarahkan untuk pemulihan ekonomi dari kedua sisi,” kata Airlangga, dalam keterangan tertulisnya, kemarin. (Baca: Konsumen RI Optimistis)
Menurut Airlangga, yang juga Ketua KPC-PEN, indikator PMI Manufaktur menurut laporan IHS Markit menunjukkan kondisi yang semakin baik dari sisi produksi. PMI manufaktur Indonesia, menurut laporan IHS Markit periode November 2020, berada di level 50,6 atau naik hampir 3 poin dari periode sebelumnya pada Oktober 2020 yang berada di level 47,8.
Indikator PMI yang telah melampaui batas 50 ini menunjukkan bahwa korporasi dan industri Indonesia beranjak pada tren ekspansif, meskipun kenaikannya masih terbatas. “Operasional perusahaan rata-rata telah menunjukkan sinyal positif dikarenakan pemulihan dari sisi permintaan,” ujar Airlangga.
Kontribusi industri manufaktur pada pertumbuhan ekonomi atau terhadap PDB pada kuartal III/2020 mencapai 19,86% sehingga perbaikan yang terjadi pada sektor industri signifikan mendorong pertumbuhan ekonomi. (Baca juga: PMI di Atas 50, Industri Sudah Siap Ekspansi)
Menurut Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto, pemulihan ekonomi terjadi pada dua sisi, yaitu sisi permintaan (perbaikan inflasi) dan sisi produksi (kenaikan indeks Purchasing Manager Index/PMI Manufaktur). “Di mana program dan kebijakan KPC-PEN sejak awal diarahkan untuk pemulihan ekonomi dari kedua sisi,” kata Airlangga, dalam keterangan tertulisnya, kemarin. (Baca: Konsumen RI Optimistis)
Menurut Airlangga, yang juga Ketua KPC-PEN, indikator PMI Manufaktur menurut laporan IHS Markit menunjukkan kondisi yang semakin baik dari sisi produksi. PMI manufaktur Indonesia, menurut laporan IHS Markit periode November 2020, berada di level 50,6 atau naik hampir 3 poin dari periode sebelumnya pada Oktober 2020 yang berada di level 47,8.
Indikator PMI yang telah melampaui batas 50 ini menunjukkan bahwa korporasi dan industri Indonesia beranjak pada tren ekspansif, meskipun kenaikannya masih terbatas. “Operasional perusahaan rata-rata telah menunjukkan sinyal positif dikarenakan pemulihan dari sisi permintaan,” ujar Airlangga.
Kontribusi industri manufaktur pada pertumbuhan ekonomi atau terhadap PDB pada kuartal III/2020 mencapai 19,86% sehingga perbaikan yang terjadi pada sektor industri signifikan mendorong pertumbuhan ekonomi. (Baca juga: PMI di Atas 50, Industri Sudah Siap Ekspansi)
Lihat Juga :