Liga Ditunda, Emiten Bali United Rugi Rp22,4 Miliar
Kamis, 03 Desember 2020 - 07:50 WIB
loading...
FOTO/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA) mencatatkan kerugian di kuartal III-2020 sebesar Rp22,4 miliar. Adapun pada periode yang sama tahun sebelumnya, Perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp10,05 miliar.
Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) , Kamis (3/12/2020), pendapatan BOLA di kuartal III-2020 sebesar Rp63,1 miliar atau turun 55,92 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp143,2 miliar, dengan rugi per saham dasar Rp3,73.
Adapun pendapatan perseroan terdiri atas; komersial sebesar Rp6,3 miliar atau lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp10,08 miliar, kontribusi pertandingan-bersih sebesar Rp3,4 miliar atau lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp4,6 miliar.
Baca Juga: Penjualan Kosmetik Ambles, Laba Mustika Ratu Rontok 73,93%
Pendapatan sponsor sebesar Rp46,9 miliar atau lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp62,1 miliar, dan live video streaming dan rekaman video sebesar Rp1,4 miliar atau lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp52,7 miliar dan lainnya sebesar Rp5,08 miliar atau lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp13,6 miliar.
Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) , Kamis (3/12/2020), pendapatan BOLA di kuartal III-2020 sebesar Rp63,1 miliar atau turun 55,92 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp143,2 miliar, dengan rugi per saham dasar Rp3,73.
Adapun pendapatan perseroan terdiri atas; komersial sebesar Rp6,3 miliar atau lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp10,08 miliar, kontribusi pertandingan-bersih sebesar Rp3,4 miliar atau lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp4,6 miliar.
Baca Juga: Penjualan Kosmetik Ambles, Laba Mustika Ratu Rontok 73,93%
Pendapatan sponsor sebesar Rp46,9 miliar atau lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp62,1 miliar, dan live video streaming dan rekaman video sebesar Rp1,4 miliar atau lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp52,7 miliar dan lainnya sebesar Rp5,08 miliar atau lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp13,6 miliar.
Lihat Juga :