Liga Ditunda, Emiten Bali United Rugi Rp22,4 Miliar
Kamis, 03 Desember 2020 - 07:50 WIB
loading...
A
A
A
Dalam keterangan tertulis perseroan, pandemi Covid-19 yang mengakibatkan terhentinya sementara kompetisi Liga 1 sangat mempengaruhi kinerja emiten pemilik klub Bali United ini di kuartal III-2020. Perseroan bergantung pada liga kompetisi dan penonton yang pada akhirnya dapat menghasilkan arus kas dari sponsor, penonton, jasa streaming dan jasa lainnya.
"Pada Maret 2020 atau setelah pekan ketiga kompetisi Liga 1 Indonesia, PSSI menghentikan seluruh aktifitas persepakbolaan di Indonesia terkait adanya pandemi Covid-19. Meskipun diperkirakan bersifat sementara, gangguan pada pemberhentian liga yang berkepanjangan akan berdampak negatif terhadap pendapatan dan likuiditas Grup secara keseluruhan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2020. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian, penghentian ini masih berlangsung," bunyi keterangan resmi perseroan.
Baca Juga: IHSG Diprediksi Perkasa, Yuk Serok 6 Saham Ini
Bali Bintang Sejahtera mencatatkan adanya penurunan beban operasi menjadi Rp105,4 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp135,6 miliar. Selain itu, Perseroan juga mencatat adanya kenaikan beban keuangan menjadi Rp803,7 juta dari sebelumnya Rp709,1 juta. BOLA mencatatkan liabilitas sebesar Rp68,1 miliar dan ekuitas Rp447,2 miliar. Adapun total aset perseroan menurun menjadi Rp515,3 miliar dibanding periode Desember 2019 sebesar Rp542,8 miliar.
"Pada Maret 2020 atau setelah pekan ketiga kompetisi Liga 1 Indonesia, PSSI menghentikan seluruh aktifitas persepakbolaan di Indonesia terkait adanya pandemi Covid-19. Meskipun diperkirakan bersifat sementara, gangguan pada pemberhentian liga yang berkepanjangan akan berdampak negatif terhadap pendapatan dan likuiditas Grup secara keseluruhan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2020. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian, penghentian ini masih berlangsung," bunyi keterangan resmi perseroan.
Baca Juga: IHSG Diprediksi Perkasa, Yuk Serok 6 Saham Ini
Bali Bintang Sejahtera mencatatkan adanya penurunan beban operasi menjadi Rp105,4 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp135,6 miliar. Selain itu, Perseroan juga mencatat adanya kenaikan beban keuangan menjadi Rp803,7 juta dari sebelumnya Rp709,1 juta. BOLA mencatatkan liabilitas sebesar Rp68,1 miliar dan ekuitas Rp447,2 miliar. Adapun total aset perseroan menurun menjadi Rp515,3 miliar dibanding periode Desember 2019 sebesar Rp542,8 miliar.
(nng)
Lihat Juga :