Emiten Produsen Kemasan Ini Optimistis Raup Pendapatan Rp1,68 Triliun
Kamis, 03 Desember 2020 - 13:57 WIB
loading...
A
A
A
“Kami memperkirakan penjualan pada semester II/2020 akan naik sedikit menjadi Rp850 miliar (62.000 ton) dari Rp832,47 miliar (60.437 ton). Sehingga penjualan selama tahun 2020 diproyeksikan akan mencapai Rp1,68 triliun,” sebutnya.
Untuk catatan, pada bulan Juli 2019 perseroan menjual saham kepada masyarakat sebanyak 650 juta saham dan memperoleh dana sekitar Rp125,45 miliar. Setelah dikurangi dengan biaya emisi dan biaya lainnya, perusahaan telah menggunakan dana tersebut sebesar 40% atau Rp48,43 miliar untuk membeli persediaan bahan baku kertas dan Penyelesaian Implementasi Sistem SAP, sebanyak 30% atau Rp36,32 miliar untuk pelunasan sebagian utang dan sisanya 30% atau Rp36,32 miliar untuk pembelian mesin dan lokasi baru.
Pada 23 September 2020, perseroan telah menggunakan laba bersih tahun 2019 untuk pembagian dividen sebesar Rp17 miliar atau 83,58% dari total laba bersih atau Rp5 per saham. Perseroan juga menggunakan sebagian laba bersih yaitu 4,92% atau Rp1 miliar sebagai dana cadangan umum dan 11,50% dari keuntungan sisanya atau Rp2,34 miliar digunakan sebagai laba ditahan.
(Baca Juga : Tanpa Libur Panjang, Perayaan Natal Tetap Akan Mendongkrak Konsumsi Masyarakat )
Lebih lanjut dia menjelaskan, pada tahun 2021 pemerintah telah menunjuk empat sektor industri sebagai prioritas bagi revolusi Industri 4.0. Keempat sektor itu adalah sektor makanan dan minuman, sektor tekstil dan busana, sektor otomotif dan sektor biokimia serta sektor elektronik. Pemerintah telah memfokuskan masing-masing sektor menjadi kekuatan besar bagi industri nasional. Sektor makanan dan minuman (mamin) akan menjadi fokus pemerintah sebagai kekuatan besar bagi Indonesia di kancah Asean.
Untuk catatan, pada bulan Juli 2019 perseroan menjual saham kepada masyarakat sebanyak 650 juta saham dan memperoleh dana sekitar Rp125,45 miliar. Setelah dikurangi dengan biaya emisi dan biaya lainnya, perusahaan telah menggunakan dana tersebut sebesar 40% atau Rp48,43 miliar untuk membeli persediaan bahan baku kertas dan Penyelesaian Implementasi Sistem SAP, sebanyak 30% atau Rp36,32 miliar untuk pelunasan sebagian utang dan sisanya 30% atau Rp36,32 miliar untuk pembelian mesin dan lokasi baru.
Pada 23 September 2020, perseroan telah menggunakan laba bersih tahun 2019 untuk pembagian dividen sebesar Rp17 miliar atau 83,58% dari total laba bersih atau Rp5 per saham. Perseroan juga menggunakan sebagian laba bersih yaitu 4,92% atau Rp1 miliar sebagai dana cadangan umum dan 11,50% dari keuntungan sisanya atau Rp2,34 miliar digunakan sebagai laba ditahan.
(Baca Juga : Tanpa Libur Panjang, Perayaan Natal Tetap Akan Mendongkrak Konsumsi Masyarakat )
Lebih lanjut dia menjelaskan, pada tahun 2021 pemerintah telah menunjuk empat sektor industri sebagai prioritas bagi revolusi Industri 4.0. Keempat sektor itu adalah sektor makanan dan minuman, sektor tekstil dan busana, sektor otomotif dan sektor biokimia serta sektor elektronik. Pemerintah telah memfokuskan masing-masing sektor menjadi kekuatan besar bagi industri nasional. Sektor makanan dan minuman (mamin) akan menjadi fokus pemerintah sebagai kekuatan besar bagi Indonesia di kancah Asean.
Lihat Juga :