Emiten Produsen Kemasan Ini Optimistis Raup Pendapatan Rp1,68 Triliun
Kamis, 03 Desember 2020 - 13:57 WIB
loading...
Jajaran direksi PT Satyamitra Kemas Lestari Tbk (SMKL) saat menggelar paparan publik di Jakarta, Kamis (3/12/2020). Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak bulan Maret 2020 di Indonesia secara umum berdampak terhadap terhambatnya kegiatan operasional hampir seluruh perusahaan, tak terkecuali emiten produsen kemasan PT Satyamitra Kemas Lestari Tbk (SMKL). Sehingga Pemerintah memandang pentingnya pemberlakuan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Direktur Satyamitra Kemas Lestari Heriyanto S Hidayat mengatakan pemberlakuan PSBB, menyebabkan tingkat konsumsi masyarakat menurun tajam dan pertumbuhan ekonomi anjlok. PSBB pun terus diperpanjang dan berdampak pada melambatnya kegiatan operasional perseroan dan proses produksi.
“Di sisi lain, para pelanggan juga menghadapi masalah yang sama bahkan sebagian pelanggan menutup kegiatan usaha mereka. Masalah dan hambatan yang terjadi tersebut menyebabkan turunnya perolehan pendapatan, cahsflow pun terganggu,” kata dia dalam paparan publik perseroan di Jakarta, Kamis (3/12/2020).
Sepanjang Januari-Juni 2020, penjualan Satyamitra Kemas Lestari hanya mencapai Rp832,47 miliar (60.017 ton), turun sedikit jika dibandingkan pada periode yang sama tahun 2019 sebesar Rp918,69 miliar (60.437 ton). Meski demikian, laba sebelum pajak perseroan mengalami lonjakan tajam menjadi Rp20,140 miliar sepanjang periode Januari-Juni 2020, dibandingkan Rp765,35 juta yang diperoleh pada periode yang sama tahun 2019.
(Baca Juga : Liga Ditunda, Emiten Bali United Rugi Rp22,4 Miliar )
Direktur Satyamitra Kemas Lestari Heriyanto S Hidayat mengatakan pemberlakuan PSBB, menyebabkan tingkat konsumsi masyarakat menurun tajam dan pertumbuhan ekonomi anjlok. PSBB pun terus diperpanjang dan berdampak pada melambatnya kegiatan operasional perseroan dan proses produksi.
“Di sisi lain, para pelanggan juga menghadapi masalah yang sama bahkan sebagian pelanggan menutup kegiatan usaha mereka. Masalah dan hambatan yang terjadi tersebut menyebabkan turunnya perolehan pendapatan, cahsflow pun terganggu,” kata dia dalam paparan publik perseroan di Jakarta, Kamis (3/12/2020).
Sepanjang Januari-Juni 2020, penjualan Satyamitra Kemas Lestari hanya mencapai Rp832,47 miliar (60.017 ton), turun sedikit jika dibandingkan pada periode yang sama tahun 2019 sebesar Rp918,69 miliar (60.437 ton). Meski demikian, laba sebelum pajak perseroan mengalami lonjakan tajam menjadi Rp20,140 miliar sepanjang periode Januari-Juni 2020, dibandingkan Rp765,35 juta yang diperoleh pada periode yang sama tahun 2019.
(Baca Juga : Liga Ditunda, Emiten Bali United Rugi Rp22,4 Miliar )
Lihat Juga :