IHSG Ditutup Menguat, Sinyal Positif Menuju Level 6.000
Kamis, 03 Desember 2020 - 19:01 WIB
loading...
IHSG berhasil menguat pada penutupan perdagangan sore ini. Foto/Antara
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat pada penutupan perdagangan sore ini setelah sebelumnya sempat bergerak turun. Indeks ditutup naik 8,95 poin atau 0,15% ke 5.822.
Menurut Pengamat Pasar Modal Lucky Bayu Purnomo, penguatan IHSG ini akan terus berlanjut. Dia juga mengungkapkan beberapa analisis terkait laju IHSG sepanjang hari ini.
"Pertama, IHSG pada dasarnya masih berada pada territory yang positif. Karena sebelumnya pekan lalu sudah ke level 5.800 sekarang kembali lagi ke angka tersebut. Artinya, ini sinyal positif untuk menguji angka psikologi ke level 6.000," ujar dia dalam acara 2nd Session Closing Market IDX Channel, Kamis (3/12/2020).
(Baca juga: Bisa Tembus Level 6.000 di Akhir Tahun, IHSG Menuju Fase Skenario Terbaik )
Kemudian, lanjut dia, pemerintah telah berupaya untuk melakukan integrasi stimulus terkait pemulihan ekonomi. Di mana pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2020 minus 5,32% dan kuartal III-2020 minus 3,49%. "Jadi ini sesuatu mementum bagi mereka melihat sentimen akhir tahun dikombinasi berbagai kebijakan ekonomi," ungkap dia.
Menurut Pengamat Pasar Modal Lucky Bayu Purnomo, penguatan IHSG ini akan terus berlanjut. Dia juga mengungkapkan beberapa analisis terkait laju IHSG sepanjang hari ini.
"Pertama, IHSG pada dasarnya masih berada pada territory yang positif. Karena sebelumnya pekan lalu sudah ke level 5.800 sekarang kembali lagi ke angka tersebut. Artinya, ini sinyal positif untuk menguji angka psikologi ke level 6.000," ujar dia dalam acara 2nd Session Closing Market IDX Channel, Kamis (3/12/2020).
(Baca juga: Bisa Tembus Level 6.000 di Akhir Tahun, IHSG Menuju Fase Skenario Terbaik )
Kemudian, lanjut dia, pemerintah telah berupaya untuk melakukan integrasi stimulus terkait pemulihan ekonomi. Di mana pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2020 minus 5,32% dan kuartal III-2020 minus 3,49%. "Jadi ini sesuatu mementum bagi mereka melihat sentimen akhir tahun dikombinasi berbagai kebijakan ekonomi," ungkap dia.
Lihat Juga :