Sasaran Pembangunan Ekonomi Pasca Pandemi Covid-19
Selasa, 12 Mei 2020 - 18:12 WIB
loading...
A
A
A
Untuk sasaran pembangunan nasional pasca pandemi Covid-19, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada kisaran 4,5–5,5%. Selain itu, beberapa target lain seperti tingkat kemiskinan di angka 9,2 - 9,7%, tingkat pengangguran terbuka pada 7,5 - 8,2%, rasio gini pada 0,377 – 0,379, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada 72,78 – 72,90.
Kemudian, berkaitan dengan pemulihan ekonomi ke depan, langkah konkret dalam penyusunan RKP 2021 dimulai dari 5 Major Projects yang terkait langsung dengan pemulihan ekonomi. Pertama, sepuluh Destinasi Pariwisata Prioritas dengan pendanaan Rp3,2 triliun.
Kedua, sembilan Kawasan Industri di luar Jawa dan 31 Smelter dengan pendanaan Rp0,6 triliun. Di dalam pembangunan Kawasan industri dan Smelter ini belanja pemerintah merupakan fasilitator untuk swasta berperan.
Ketiga, industri 4.0 di 5 Sub Sektor Prioritas dengan pendanaan Rp1,3 triliun. Keempat, pendidikan dan Pelatihan Vokasi untuk Industri 4.0 dengan pendanaan Rp4,3 triliun. Terakhir jaringan Pelabuhan Utama Terpadu yang pendanaannya oleh BUMN/Swasta.
“Tahun 2021, tahun pemulihan kita dan kita berharap kita bisa memahami keadaan. Kita harus disiplin dengan RKP, mudah-mudahan pada tahun 2022, kita bisa lebih baik lagi dan mengejar apa yang tertinggal pada tahun 2020-2021,” pungkas Suharso.
Kemudian, berkaitan dengan pemulihan ekonomi ke depan, langkah konkret dalam penyusunan RKP 2021 dimulai dari 5 Major Projects yang terkait langsung dengan pemulihan ekonomi. Pertama, sepuluh Destinasi Pariwisata Prioritas dengan pendanaan Rp3,2 triliun.
Kedua, sembilan Kawasan Industri di luar Jawa dan 31 Smelter dengan pendanaan Rp0,6 triliun. Di dalam pembangunan Kawasan industri dan Smelter ini belanja pemerintah merupakan fasilitator untuk swasta berperan.
Ketiga, industri 4.0 di 5 Sub Sektor Prioritas dengan pendanaan Rp1,3 triliun. Keempat, pendidikan dan Pelatihan Vokasi untuk Industri 4.0 dengan pendanaan Rp4,3 triliun. Terakhir jaringan Pelabuhan Utama Terpadu yang pendanaannya oleh BUMN/Swasta.
“Tahun 2021, tahun pemulihan kita dan kita berharap kita bisa memahami keadaan. Kita harus disiplin dengan RKP, mudah-mudahan pada tahun 2022, kita bisa lebih baik lagi dan mengejar apa yang tertinggal pada tahun 2020-2021,” pungkas Suharso.
(akr)
Lihat Juga :