Pengguna Layanan Teman Bus Dikenakan Tarif Mulai Tahun Depan
Sabtu, 05 Desember 2020 - 06:26 WIB
loading...
A
A
A
Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan pihaknya saat ini mencatat Teman Bus telah melayani lebih dari 1,5 juta perjalanan di 5 kota besar.
Pencapaian tersebut cukup memuaskan meskipun koridor yang disiapkan belum optimal di tengah pandemi. Sementara daya angkut penumpang baru 75% kapasitas bus.
"Rencana untuk tahun depan akan dikenakan tarif sekitar Rp3-4 ribu. Masyarakat akan mulai bayar dan sisanya pakai subsidi. Ini penting untuk merubah kultur masyarakat yang maunya serba cepat dengan kendaraan pribadi. Namun justru ada dampak negatif yang juga besar. Karena semakin jalan semakin padat dan berebut ditambah ego tinggi jadinya mudah emosi," tukasnya.
Dia menambahkan, Kemenhub menargetkan sebanyak 10 juta pengguna Teman Bus di 10 kota besar tahun depan. Tidak hanya itu, pihaknya juga menyiapkan berbagai kajian demi terus menambah inovasi layanan bagi pengguna. Beberapa di antaranya adalah menyiapkan layanan bus di Jayapura demi mendukung acara PON pada tahun depan.
Selain itu, satu koridor juga ditargetkan untuk uji coba bus listrik di tahun depan. "Rencana bus listrik tahun depan kita coba untuk satu koridor di Denpasar. Kajiannya sekarang sedang dihitung besaran biaya per KM," tambahnya.
(Baca juga: Volume Lalu Lintas ke Luar Jabodetabek Saat Libur Natal Naik 15,14% )
Pencapaian tersebut cukup memuaskan meskipun koridor yang disiapkan belum optimal di tengah pandemi. Sementara daya angkut penumpang baru 75% kapasitas bus.
"Rencana untuk tahun depan akan dikenakan tarif sekitar Rp3-4 ribu. Masyarakat akan mulai bayar dan sisanya pakai subsidi. Ini penting untuk merubah kultur masyarakat yang maunya serba cepat dengan kendaraan pribadi. Namun justru ada dampak negatif yang juga besar. Karena semakin jalan semakin padat dan berebut ditambah ego tinggi jadinya mudah emosi," tukasnya.
Dia menambahkan, Kemenhub menargetkan sebanyak 10 juta pengguna Teman Bus di 10 kota besar tahun depan. Tidak hanya itu, pihaknya juga menyiapkan berbagai kajian demi terus menambah inovasi layanan bagi pengguna. Beberapa di antaranya adalah menyiapkan layanan bus di Jayapura demi mendukung acara PON pada tahun depan.
Selain itu, satu koridor juga ditargetkan untuk uji coba bus listrik di tahun depan. "Rencana bus listrik tahun depan kita coba untuk satu koridor di Denpasar. Kajiannya sekarang sedang dihitung besaran biaya per KM," tambahnya.
(Baca juga: Volume Lalu Lintas ke Luar Jabodetabek Saat Libur Natal Naik 15,14% )
Lihat Juga :