BEI Luncurkan IDX30 Futures Demi Gairahkan Pasar Derivatif
Senin, 07 Desember 2020 - 15:17 WIB
loading...
A
A
A
Indeks IDX30 merupakan indeks yang bertujuan untuk mengejar risk dan return menyerupai indeks harga saham gabungan (IHSG). Kapitalisasi pasar konstituen dari IDX30 mewakili lebih dari 50% kapitalisasi pasar dari IHSG. Indeks IDX30 juga merupakan indeks BEI yang paling banyak digunakan sebagai underlying dari produk reksa dana indeks, maupun ETF dengan jumlah 19 produk dan nilai aktiva bersih sebesar Rp8,7 triliun pada Oktober 2020.
Laksono menjelaskan, BEI sebelumnya telah menerbitkan produk kontrak berjangka, yaitu LQ45 Futures yang perdagangannya masih harus ditingkatkan keaktifannya. Oleh karena itu, peluncuran IDX30 Futures dilakukan bersamaan dengan beberapa penyesuaian peraturan serta kebijakan OJK dan BEI agar perdagangan di pasar derivatif BEI menjadi lebih aktif. ( Baca juga:Ini Identitas 4 Anggota FPI yang Ditembak Mati Polisi )
“Peluncuran IDX30 Futures ini masih dalam tahapan soft launching dan dimaksudkan untuk mulai membangun aktivitas perdagangan kontrak berjangka yang sebelumnya belum aktif,” ujar Laksono.
Sebelumnya, sudah terdapat produk kontrak berjangka di bursa, yaitu LQ45 Futures dan 8 perusahaan efek yang telah mendapat izin bursa untuk memperdagangkan kontrak berjangka di BEI.
“Tantangan utama bursa dalam tahapan soft launching ini adalah membangun pasar yang belum terbentuk. Mulai dari menambah jumlah investor kontrak berjangka yang jumlahnya masih sangat minim, hingga membangun kapasitas anggota bursa yang masih kurang pengalaman di pasar derivatif,” tuturnya.
Laksono menjelaskan, BEI sebelumnya telah menerbitkan produk kontrak berjangka, yaitu LQ45 Futures yang perdagangannya masih harus ditingkatkan keaktifannya. Oleh karena itu, peluncuran IDX30 Futures dilakukan bersamaan dengan beberapa penyesuaian peraturan serta kebijakan OJK dan BEI agar perdagangan di pasar derivatif BEI menjadi lebih aktif. ( Baca juga:Ini Identitas 4 Anggota FPI yang Ditembak Mati Polisi )
“Peluncuran IDX30 Futures ini masih dalam tahapan soft launching dan dimaksudkan untuk mulai membangun aktivitas perdagangan kontrak berjangka yang sebelumnya belum aktif,” ujar Laksono.
Sebelumnya, sudah terdapat produk kontrak berjangka di bursa, yaitu LQ45 Futures dan 8 perusahaan efek yang telah mendapat izin bursa untuk memperdagangkan kontrak berjangka di BEI.
“Tantangan utama bursa dalam tahapan soft launching ini adalah membangun pasar yang belum terbentuk. Mulai dari menambah jumlah investor kontrak berjangka yang jumlahnya masih sangat minim, hingga membangun kapasitas anggota bursa yang masih kurang pengalaman di pasar derivatif,” tuturnya.
(uka)
Lihat Juga :