Ini 4 Tantangan Pasarkan Mobil Listrik di Indonesia
Senin, 07 Desember 2020 - 22:31 WIB
loading...
A
A
A
Kedua, masyarakat Indonesia sudah menyadari pentingnya dampak positif bagi lingkungan dengan menggunakan mobil listrik. Ketiga, masyarakat sudah mengetahui begitu banyak keuntungan yang akan didapatnya dengan menggunakan kendaraan listrik. Apalagi Nissan sudah berpengalaman dalam mengembangkan dan memasarkan mobil listrik sejak 2010 lalu.
"Mobil listrik kami sudah dipasarkan di 59 negara di dunia dengan 500 ribu unit terjual. Seluruh mobil tersebut sudah menjelajah sejauh 16 miliar kilometer dan mengurangi emisi CO2 sebanyak 2,5 miliar. Bagian dari strategi kami masuk ke Indonesia adalah terus melakukan edukasi dan meningkatkan awareness mobil listrik ini dengan berkolaborasi bersama regulator," jelasnya.
Namun, Coki mengakui masih ada beberapa kendala yang dihadapi pelaku industri otomotif dalam memasarkan kendaraan listrik di dalam negeri. Pertama, harga mobil listrik yang tinggi masih menjadi kendala bagi konsumen di Indonesia. Oleh karena itu, ia berharap pemerintah bisa cepat membuat keputusan insentif yang akan diberikan bagi pembeli dan pengguna mobil listrik.
"Pemerintah Pusat maupun Daerah harus bersama-sama memberikan insentif ini. Mulai dari diskon PPnBM dan PPN di level pemerintah pusat, maupun diskon non fiskal seperti yang sudah diberikan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Bali yang akan memberikan diskon pajak kendaraan dan BPKB," kata Coki.
(Baca Juga: Kendaraan Listrik Nasional Bersiap Menuju Pasar Global )
"Mobil listrik kami sudah dipasarkan di 59 negara di dunia dengan 500 ribu unit terjual. Seluruh mobil tersebut sudah menjelajah sejauh 16 miliar kilometer dan mengurangi emisi CO2 sebanyak 2,5 miliar. Bagian dari strategi kami masuk ke Indonesia adalah terus melakukan edukasi dan meningkatkan awareness mobil listrik ini dengan berkolaborasi bersama regulator," jelasnya.
Namun, Coki mengakui masih ada beberapa kendala yang dihadapi pelaku industri otomotif dalam memasarkan kendaraan listrik di dalam negeri. Pertama, harga mobil listrik yang tinggi masih menjadi kendala bagi konsumen di Indonesia. Oleh karena itu, ia berharap pemerintah bisa cepat membuat keputusan insentif yang akan diberikan bagi pembeli dan pengguna mobil listrik.
"Pemerintah Pusat maupun Daerah harus bersama-sama memberikan insentif ini. Mulai dari diskon PPnBM dan PPN di level pemerintah pusat, maupun diskon non fiskal seperti yang sudah diberikan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Bali yang akan memberikan diskon pajak kendaraan dan BPKB," kata Coki.
(Baca Juga: Kendaraan Listrik Nasional Bersiap Menuju Pasar Global )
Lihat Juga :