Ini 4 Tantangan Pasarkan Mobil Listrik di Indonesia
Senin, 07 Desember 2020 - 22:31 WIB
loading...
PT Nissan Motor Indonesia menemukan sejumlah tantangan dalam memasarkan kendaraan listrik di Indonesia, setidaknya ada empat menurut catatannya. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - PT Nissan Motor Indonesia menemukan sejumlah tantangan dalam memasarkan kendaraan listrik di Indonesia. Seperti diketahui, pabrikan otomotif asal Jepang ini pada September 2020 lalu meluncurkan Nissan Kicks e-Power ke konsumen Indonesia dengan banderol Rp 449 juta.
Deputy Director External and Goverment Affairs Nissan Motor Indonesia Coki Panjaitan, menjelaskan, mobil listrik adalah solusi dalam mengurangi polusi udara dan suara di kota-kota besar. Terlebih survei dari Frost & Sullivan yang dilakukan tahun lalu, menyebutkan pada 2050 mendatang sebanyak 2 dari 3 penduduk di Indonesia akan memadati kota besar karena urbanisasi.
"Hal ini akan menyebabkan banyak kerugian. Dari sisi kehilangan waktu, penduduk Indonesia akan merasakan kerugian terbesar setelah Bangkok karena kepadatan lalu lintas. Kemudian polusi udara bisa menyebabkan banyak penyakit. Oleh karena itu visi dan fitur dari mobil listrik Nissan adalah menciptakan zero fatality dan meningkatkan kenyamanan konsumen dalam berkendara," kata Coki, Senin (7/12/2020).
(Baca Juga: Bentuk Sub Holding Baterai Kendaraan Listrik, Erick Thohir Gabung 4 BUMN Energi )
Ketika memutuskan untuk memasarkan mobil listrik ke Indonesia, Coki menyebut perusahaannya telah melakukan survei yang menemukan tiga fakta. Pertama, 41% pengguna kendaraan di Indonesia menyatakan, akan membeli mobil listrik sebagai kendaraan barunya.
Deputy Director External and Goverment Affairs Nissan Motor Indonesia Coki Panjaitan, menjelaskan, mobil listrik adalah solusi dalam mengurangi polusi udara dan suara di kota-kota besar. Terlebih survei dari Frost & Sullivan yang dilakukan tahun lalu, menyebutkan pada 2050 mendatang sebanyak 2 dari 3 penduduk di Indonesia akan memadati kota besar karena urbanisasi.
"Hal ini akan menyebabkan banyak kerugian. Dari sisi kehilangan waktu, penduduk Indonesia akan merasakan kerugian terbesar setelah Bangkok karena kepadatan lalu lintas. Kemudian polusi udara bisa menyebabkan banyak penyakit. Oleh karena itu visi dan fitur dari mobil listrik Nissan adalah menciptakan zero fatality dan meningkatkan kenyamanan konsumen dalam berkendara," kata Coki, Senin (7/12/2020).
(Baca Juga: Bentuk Sub Holding Baterai Kendaraan Listrik, Erick Thohir Gabung 4 BUMN Energi )
Ketika memutuskan untuk memasarkan mobil listrik ke Indonesia, Coki menyebut perusahaannya telah melakukan survei yang menemukan tiga fakta. Pertama, 41% pengguna kendaraan di Indonesia menyatakan, akan membeli mobil listrik sebagai kendaraan barunya.
Lihat Juga :