MedcoEnergi Pertahankan Kinerja di Tengah Gempuran Pandemi
Selasa, 08 Desember 2020 - 11:35 WIB
loading...
Direktur Utama MedcoEnergi Hilmi Panigoro dalam acara Medco Virtual Media Gathering di Jakarta, Selasa (8/12/2020). Foto/Michelle Natalia
A
A
A
JAKARTA - Pandemi Covid-19 membawa tantangan nyata bukan hanya di sisi nasional, tapi juga secara secara global. Tantangan ini juga dirasakan oleh PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) .
Direktur Utama MedcoEnergi Hilmi Panigoro menyebutkan bahwa selama 9 bulan di tahun 2020, EBITDA perseroan pun turun 5% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi sebesar USD422 juta.
(Baca Juga: Bos Medco Sebut Indonesia Termasuk Negara yang Unik)
"Harga minyak dan gas turun masing-masing 37% dan 25% yoy. Produksi migas juga flat yoy sebesar 100 Million Barrel Oil of Equivalent Per Day (MBOEPD)," ungkap Hilmi dalam Medco Virtual Media Gathering di Jakarta, Selasa (8/12/2020).
Meski demikian, kata Hilmi, likuiditas perseroan tetap terjaga kuat dengan kas setara USD618 juta. Penyelesaian rights issues juga menghasilkan dana sebesar Rp1,8 miliar. Perseroan juga memiliki anggaran belanja modal sebesar USD194 juta, terbagi untuk migas sebesar USD147 juta dan kelistrikan sebesar USD47 juta.
Direktur Utama MedcoEnergi Hilmi Panigoro menyebutkan bahwa selama 9 bulan di tahun 2020, EBITDA perseroan pun turun 5% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi sebesar USD422 juta.
(Baca Juga: Bos Medco Sebut Indonesia Termasuk Negara yang Unik)
"Harga minyak dan gas turun masing-masing 37% dan 25% yoy. Produksi migas juga flat yoy sebesar 100 Million Barrel Oil of Equivalent Per Day (MBOEPD)," ungkap Hilmi dalam Medco Virtual Media Gathering di Jakarta, Selasa (8/12/2020).
Meski demikian, kata Hilmi, likuiditas perseroan tetap terjaga kuat dengan kas setara USD618 juta. Penyelesaian rights issues juga menghasilkan dana sebesar Rp1,8 miliar. Perseroan juga memiliki anggaran belanja modal sebesar USD194 juta, terbagi untuk migas sebesar USD147 juta dan kelistrikan sebesar USD47 juta.
Lihat Juga :