Pandemi Pengaruhi Lanskap Energi, Pertamina Ungkap Lima Tren Global
Selasa, 08 Desember 2020 - 12:18 WIB
loading...
A
A
A
Meskipun menurut Hery, masih ada tantangan lain yang harus dihadapi oleh perusahaan energi dalam situasi sulit ini. Seperti misalnya adalah tantangan pada penurunan harga komoditas yang bisa menghambat investasi.
“Di samping itu, pada perusahaan energi, penurunan harga komoditas energi juga dapat menghambat kinerja investasi operasional perusahaan. Suatu tantangan tersendiri dalam kondisi seperti ini,” jelasnya.
(Baca juga: 1,8 Juta Vaksin Covid-19 Datang Lagi Akhir Desember 2020 )
Kemudian yang kedua adalah tren mengenai kendaraan listrik. Hal ini semakin diperkuat dengan adanya komitmen dari negara-negara produsen kendaraan listrik.
“Kita juga melihat, kendaraan listrik akan masif seiring penurunan harga battery pack dan komitmen negara utama seperti China, Jepang dan negara uni eropa termasuk juga Amerika Serikat untuk meningkatkan penjualan kendaraan bermotor listrik,” jelasnya.
Lalu tren ketiga adalah mulai masifnya pengembangan energi terbarukan di dunia. Beberapa teknologi rendah karbon saat ini mulai fokus dikembangkan oleh Amerika Serikat hingga China.
“Di samping itu, pada perusahaan energi, penurunan harga komoditas energi juga dapat menghambat kinerja investasi operasional perusahaan. Suatu tantangan tersendiri dalam kondisi seperti ini,” jelasnya.
(Baca juga: 1,8 Juta Vaksin Covid-19 Datang Lagi Akhir Desember 2020 )
Kemudian yang kedua adalah tren mengenai kendaraan listrik. Hal ini semakin diperkuat dengan adanya komitmen dari negara-negara produsen kendaraan listrik.
“Kita juga melihat, kendaraan listrik akan masif seiring penurunan harga battery pack dan komitmen negara utama seperti China, Jepang dan negara uni eropa termasuk juga Amerika Serikat untuk meningkatkan penjualan kendaraan bermotor listrik,” jelasnya.
Lalu tren ketiga adalah mulai masifnya pengembangan energi terbarukan di dunia. Beberapa teknologi rendah karbon saat ini mulai fokus dikembangkan oleh Amerika Serikat hingga China.
Lihat Juga :