Mau Usaha Ketemu Teman Menteri, Bahlil: Salah Kamar Itu Barang
Selasa, 08 Desember 2020 - 15:03 WIB
loading...
Foto/YorriFarli/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyarankan kepada para investor , baik yang lama maupun baru, agar tidak menggunakan jasa broker alias calo dalam mengurus investasi. Ia meminta kepada para investor agar menggunakan jalur resmi.
"Bapak Ibu semua, kalo saya boleh beri saran, broker itu ada karena dikasih peluang. Jadi datanglah kepada institusi resmi yang punya tugas melakukan itu," katanya dalam seminar secara daring, Selasa (8/12/2020). ( Baca juga:Bos BKPM Mengakui, Investasi China 'Ngeri-ngeri Sedap' )
Ia pun membeberkan pengalamannya saat menjadi pengusaha. Biasanya, investor itu akan mendatangi atau mendekati teman dari para pejabat.
"Kalo saya tak kenal menteri A, itu saya cari teman menteri A siapa. Supaya bisa ngegolin konsep. Di situlah main barang itu," selorohnya.
Namun, lanjut Bahlil, saat ini semuanya itu sudah transparan. Lebih baik semua investor itu datang langsung kepada BKPM.
"Kalo saya pikir semua sudah transparan, datang aja ke BKPM. Jangan datang ke pt palu gada, lu mau gua ada. Atau jangan datang juga ke temannya menteri atau deputi. Salah kamar lagi itu barang," tegasnya. ( Baca juga:Menikahlah, Katakan Tidak untuk Pacaran )
Ia menambahkan, saat ini pihaknya mengharamkan tindakan pungutan liar atau pungli. Pasalnya, pungli membuat para investor malas kali untuk menanamkan modalnya di Indonesia.
"Pengalaman kita yang membuat malas pengusaha gara-gara belum dikasih izin sudah dimintai sesuatu (pungli). Di BKPM itu saya haramkan sekarang, itu berlaku kepada semua pasukan saya di BKPM," tandasnya.
"Bapak Ibu semua, kalo saya boleh beri saran, broker itu ada karena dikasih peluang. Jadi datanglah kepada institusi resmi yang punya tugas melakukan itu," katanya dalam seminar secara daring, Selasa (8/12/2020). ( Baca juga:Bos BKPM Mengakui, Investasi China 'Ngeri-ngeri Sedap' )
Ia pun membeberkan pengalamannya saat menjadi pengusaha. Biasanya, investor itu akan mendatangi atau mendekati teman dari para pejabat.
"Kalo saya tak kenal menteri A, itu saya cari teman menteri A siapa. Supaya bisa ngegolin konsep. Di situlah main barang itu," selorohnya.
Namun, lanjut Bahlil, saat ini semuanya itu sudah transparan. Lebih baik semua investor itu datang langsung kepada BKPM.
"Kalo saya pikir semua sudah transparan, datang aja ke BKPM. Jangan datang ke pt palu gada, lu mau gua ada. Atau jangan datang juga ke temannya menteri atau deputi. Salah kamar lagi itu barang," tegasnya. ( Baca juga:Menikahlah, Katakan Tidak untuk Pacaran )
Ia menambahkan, saat ini pihaknya mengharamkan tindakan pungutan liar atau pungli. Pasalnya, pungli membuat para investor malas kali untuk menanamkan modalnya di Indonesia.
"Pengalaman kita yang membuat malas pengusaha gara-gara belum dikasih izin sudah dimintai sesuatu (pungli). Di BKPM itu saya haramkan sekarang, itu berlaku kepada semua pasukan saya di BKPM," tandasnya.
(uka)
Lihat Juga :