Relokasi Akibat Pandemi, Kemenperin Incar Investasi Manufaktur Global
Selasa, 08 Desember 2020 - 16:10 WIB
loading...
A
A
A
"Selain insentif fiskal dan nonfiskal, pemerintah juga telah menyiapkan fasilitas kawasan industri bagi para investor. Terdapat 27 kawasan Industri yang diprioritaskan untuk pembangunan jangka menengah, periode tahun 2020-2024," papar Dody.
Menurut Dirjen KPAII, pandemi Covid-19 memberikan dampak signfikan bagi berbagai aspek, seperti kesehatan, ekonomi, dan sosial. Namun demikian, pandemi juga diyakini membawa peluang dalam pembangunan ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya. "Salah satunya adalah relokasi fasilitas produksi oleh perusahaan multinasional yang ingin mendiversifikasi risikonya," ujarnya.
Sebab, pandemi telah menunjukkan bahwa banyak perusahaan saat ini terlalu memusatkan fasilitas produksinya di satu negara. "Hal tersebut tentunya dapat memperburuk risiko gangguan dalam rantai nilai strategis seperti produk yang terkait dengan kesehatan, elektronik, dan otomotif," tuturnya.
Dody optimistis bahwa langkah menuju diversifikasi lebih lanjut oleh perusahaan multinasional tersebut akan menawarkan peluang besar bagi Indonesia terutama pada pembangunan sektor industri. "Apalagi, industri manufaktur merupakan sektor andalan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui investasi dan ekspor," ungkapnya.
(Baca Juga: Setelah Dilindungi dan Harga Gas Turun, Saatnya Geber Industri Keramik)
Menurut Dirjen KPAII, pandemi Covid-19 memberikan dampak signfikan bagi berbagai aspek, seperti kesehatan, ekonomi, dan sosial. Namun demikian, pandemi juga diyakini membawa peluang dalam pembangunan ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya. "Salah satunya adalah relokasi fasilitas produksi oleh perusahaan multinasional yang ingin mendiversifikasi risikonya," ujarnya.
Sebab, pandemi telah menunjukkan bahwa banyak perusahaan saat ini terlalu memusatkan fasilitas produksinya di satu negara. "Hal tersebut tentunya dapat memperburuk risiko gangguan dalam rantai nilai strategis seperti produk yang terkait dengan kesehatan, elektronik, dan otomotif," tuturnya.
Dody optimistis bahwa langkah menuju diversifikasi lebih lanjut oleh perusahaan multinasional tersebut akan menawarkan peluang besar bagi Indonesia terutama pada pembangunan sektor industri. "Apalagi, industri manufaktur merupakan sektor andalan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui investasi dan ekspor," ungkapnya.
(Baca Juga: Setelah Dilindungi dan Harga Gas Turun, Saatnya Geber Industri Keramik)
Lihat Juga :