Sri Mulyani: Perekonomian Global Mengalami Resesi di 2020
Selasa, 12 Mei 2020 - 21:18 WIB
loading...
A
A
A
Dia menjelaskan Singapura, Amerika Serikat, dan Malaysia telah mengeluarkan stimulus dan dukungan fiskal yang mencapai lebih dari 10% PDB-nya. Langkah kebijakan berbagai negara dapat dikelompokkan dalam empat kategori yaitu, penanganan langsung dampak Covid-19 di sektor kesehatan.
"Lalu perluasan social safety net, stimulus untuk membantu pemulihan dunia usaha, dan perlindungan terhadap stabilitas sistem keuangan," jelas dia.
Menurutnya, situasi pandemi dan ketidakpastian yang tinggi mengharuskan pemerintah untuk mempersiapkan beberapa skenario perkembangan ekonomi ke depan. Pertumbuhan ekonomi kuartal I yang hanya sebesar 2,97% menunjukkan telah terjadi koreksi yang cukup tajam.
"Hal ini mengindikasikan tekanan lebih berat akan dialami sepanjang tahun 2020, yang artinya pertumbuhan ekonomi terancam bergerak dari skenario berat sebesar 2,3% menuju skenario sangat berat yaitu kontraksi -0,4%. Untuk itu, langkah dan kebijakan penanganan pandemi Covid-19 dan dampak sosial," tandasnya.
"Lalu perluasan social safety net, stimulus untuk membantu pemulihan dunia usaha, dan perlindungan terhadap stabilitas sistem keuangan," jelas dia.
Menurutnya, situasi pandemi dan ketidakpastian yang tinggi mengharuskan pemerintah untuk mempersiapkan beberapa skenario perkembangan ekonomi ke depan. Pertumbuhan ekonomi kuartal I yang hanya sebesar 2,97% menunjukkan telah terjadi koreksi yang cukup tajam.
"Hal ini mengindikasikan tekanan lebih berat akan dialami sepanjang tahun 2020, yang artinya pertumbuhan ekonomi terancam bergerak dari skenario berat sebesar 2,3% menuju skenario sangat berat yaitu kontraksi -0,4%. Untuk itu, langkah dan kebijakan penanganan pandemi Covid-19 dan dampak sosial," tandasnya.
(bon)
Lihat Juga :