Pengusaha Pribumi Sebut Pandemi Bikin Pilkada Jadi Paket Hemat
Rabu, 09 Desember 2020 - 15:25 WIB
loading...
A
A
A
"Namun pilkada serentak tahun ini tidak dapat memberikan dampak ekonomi tersebut di atas karena keterbatasan ruang kampanye yang berpedoman terhadap protokol kesehatan," ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Rabu (9/12/2020).
Tahapan pilkada tahun ini banyak diramaikan via sosmed dan virtual sehingga transaksi ekonomi sangat minim terjadi. Para pasangan calon lebih banyak berbelanja alat-alat kesehatan seperti handsanitizer, masker dan lainnya untuk dibagikan ke masyarakat, sedangkan atribut sekalipun dibelanjakan namun sangat minim. ( Baca juga:Bedah Alam Semesta, AS dan Israel Akui Keberadaan Makhluk dari Dimensi Lain )
"Pilkada tahun ini bisa disebut pilkada paket hemat, para paslon sangat membatasi belanja kampanye mungkin juga karena keterbatasan dana karena tidak mendapat support dari pelaku usaha karena terdampak pandemik Covid-19," ungkap dia.
Dana kampanye yang digelontorkan pemerintah sebesar Rp20 triliun perputarannya sangat terbatas karena dipakai untuk pengadaan surat dan kotak suara, peralatan kesehatan, dan berbagai persiapan pilkada lainnya. Hannya sedikit yang sampai ke tangan warga berupa honor para petugas KPPS.
"Sehingga tidak signifikan dampaknya terhadap kenaikan konsumsi rumah tangga," jelas dia.
Tahapan pilkada tahun ini banyak diramaikan via sosmed dan virtual sehingga transaksi ekonomi sangat minim terjadi. Para pasangan calon lebih banyak berbelanja alat-alat kesehatan seperti handsanitizer, masker dan lainnya untuk dibagikan ke masyarakat, sedangkan atribut sekalipun dibelanjakan namun sangat minim. ( Baca juga:Bedah Alam Semesta, AS dan Israel Akui Keberadaan Makhluk dari Dimensi Lain )
"Pilkada tahun ini bisa disebut pilkada paket hemat, para paslon sangat membatasi belanja kampanye mungkin juga karena keterbatasan dana karena tidak mendapat support dari pelaku usaha karena terdampak pandemik Covid-19," ungkap dia.
Dana kampanye yang digelontorkan pemerintah sebesar Rp20 triliun perputarannya sangat terbatas karena dipakai untuk pengadaan surat dan kotak suara, peralatan kesehatan, dan berbagai persiapan pilkada lainnya. Hannya sedikit yang sampai ke tangan warga berupa honor para petugas KPPS.
"Sehingga tidak signifikan dampaknya terhadap kenaikan konsumsi rumah tangga," jelas dia.
(uka)
Lihat Juga :