IHSG Diprediksi Reli ke Level 6.000, Simak 7 Saham Ini

Kamis, 10 Desember 2020 - 07:39 WIB
loading...
IHSG Diprediksi Reli...
IHSG diprediksi menguat. Foto/Dok SINDOphoto/Yorri Farli
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan penguatan atau reli pada hari ini. Adapun indeks akan diperkirakan bergerak di kisaran 5.874-6.009.

Analis Binaartha Sekuritas M Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, berdasarkan indikator, MACD, stochastic maupun RSI masih menunjukkan sinyal positif.

"Di sisi lain, terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi bullish continuation pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke resistance terdekat," ujar Nafan dalam risetnya, Kamis (10/12/2020). Berdasarkan rasio fibonacci, lanjut dia, support maupun resistance berada pada 5.874,89 hingga 6.009,10.

(Baca juga: Kasus Tembak Mati 6 Anggota FPI Kalah oleh Kehadiran Vaksin: IHSG Diprediksi Terus Menguat )

Sebelumnya pada perdagangan Selasa (8/12), IHSG ditutup menguat 0,23 persen ke 5.944, di mana terdapat 224 saham menguat, 259 saham melemah dan 147 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp19,1 triliun dari 32,08 miliar lembar saham yang diperdagangkan. Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut:

1. BJBR

Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Beli” pada area level 1415 - 1425, dengan target harga di 1490. Support: 1370.

2. EXCL

Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 2440 – 2480, dengan target harga secara bertahap di 2640, 2970 dan 3300. Support: 2390.

(baca juga: Punya Aset Jumbo, 9 Perusahaan Siap IPO hingga Akhir Tahun 2020 )

3. ICBP

Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 120 maupun MA 200 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 9700 – 9800, dengan target harga secara bertahap di level 10100, 10600, 11100 dan 11600. Support: 9600.

4. INDF

Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 120 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 6900 – 7000, dengan target harga secara bertahap di level 7400, 7600 dan 8375. Support: 6800 & 6460.

(Baca juga: Uji Coba, Perawat Ini Rasakan Efek Vaksin Corona Mirip Infeksi Covid-19 )

5. INTP

Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 14250 – 14450, dengan target harga secara bertahap di level 14875, 17250 dan 19625. Support: 13850 & 13075.

6. KLBF

Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 1460 – 1475, dengan target harga secara bertahap di level 1535, 1595 dan 1850. Support: 1460 & 1340.

7. SMGR

Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 11275 – 11575, dengan target harga secara bertahap di level 11900, 12300, 12625 dan 13950. Support: 11275 & 10700.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Free Float 15% Bakal...
Free Float 15% Bakal Kerek Daya Tarik Perusahaan di Mata Investor, Begini Kata BEI
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa UPJ Edukasi Pasar Modal dalam Acara Jaya Investment Week 2026
Pjs Dirut BEI Sebut...
Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Bagus, Ini Buktinya
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
Tips MotionTrade: Begini...
Tips MotionTrade: Begini Mekanisme Transaksi ETF di Pasar Modal
Saham NPGF Melonjak...
Saham NPGF Melonjak 137%, Rumor Akuisisi Picu Optimisme
Gurita Konsentrasi Saham...
Gurita Konsentrasi Saham dan Ujian Transparansi Bursa Kita
Nasdem Dukung Bareskrim...
Nasdem Dukung Bareskrim Berantas Manipulasi Pasar Modal
Regulator Mundur, IHSG...
Regulator Mundur, IHSG Tersungkur: Ketika Krisis Kepercayaan Menghantam Pasar Modal
Rekomendasi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Kapolri Diminta Segera...
Kapolri Diminta Segera Lantik Kapolda Jabar, Kalbar, dan Sumbar
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
Berita Terkini
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Infografis
7 Alasan Gen Z Nepal...
7 Alasan Gen Z Nepal Turun ke Jalan, Paksa PM KP Sharma Mundur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved