Perkuat UMKM, ADB Beri Pinjaman Rp7 Triliun
Kamis, 10 Desember 2020 - 08:35 WIB
loading...
Untuk memperkuat akses keuangan bagi pelaku UMKM, ADB memberikan pinjaman ke Pemerintah Indonesia sebesar USD500 juta atau setara Rp7 triliun. Foto/dok
A
A
A
JAKARTA - Untuk memperkuat akses keuangan bagi pelaku UMKM, Asian Development Bank (ADB) memberikan pinjaman ke Pemerintah Indonesia sebesar USD500 juta atau setara Rp7 triliun (Rp14.000 per dolar AS).
ADB telah menyetujui pinjaman berbasis kebijakan senilai USD500 juta untuk menunjang upaya Pemerintah Indonesia dalam memperluas akses keuangan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta kelompok marjinal seperti perempuan dan kaum muda. (Baca: Ramalan Pertumbuhan Ekonomi Asia Direvisi ADB)
Program Promosi Inklusi Keuangan Inovatif akan membantu pemerintah menyasar dan memantau inklusi keuangan secara lebih baik, meningkatkan infrastruktur pembayaran, serta memperkuat kerangka regulasi bagi layanan keuangan digital, privasi data, perlindungan konsumen, dan literasi keuangan.
Program ini akan membantu membangun sektor layanan keuangan yang lebih inklusif, yang akan mengurangi kemiskinan dan ketimpangan serta menunjang pembangunan berkelanjutan jangka panjang Indonesia.
“Dukungan reformasi dari program ini memungkinkan kebijakan dan teknologi yang mendorong inovasi dan menambah inklusi keuangan dengan membuka akses ke produk dan layanan keuangan formal, meningkatkan kualitas layanan tersebut, serta menjangkau populasi yang lebih luas dan belum sepenuhnya terlayani,” kata Spesialis Sektor Keuangan ADB untuk Asia Tenggara Poornima Jayawardanadi, Jakarta, kemarin. (Baca juga: Mau Suntik Vaksin Covid-19, Lihat Dulu Daftar Harganya!)
ADB telah menyetujui pinjaman berbasis kebijakan senilai USD500 juta untuk menunjang upaya Pemerintah Indonesia dalam memperluas akses keuangan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta kelompok marjinal seperti perempuan dan kaum muda. (Baca: Ramalan Pertumbuhan Ekonomi Asia Direvisi ADB)
Program Promosi Inklusi Keuangan Inovatif akan membantu pemerintah menyasar dan memantau inklusi keuangan secara lebih baik, meningkatkan infrastruktur pembayaran, serta memperkuat kerangka regulasi bagi layanan keuangan digital, privasi data, perlindungan konsumen, dan literasi keuangan.
Program ini akan membantu membangun sektor layanan keuangan yang lebih inklusif, yang akan mengurangi kemiskinan dan ketimpangan serta menunjang pembangunan berkelanjutan jangka panjang Indonesia.
“Dukungan reformasi dari program ini memungkinkan kebijakan dan teknologi yang mendorong inovasi dan menambah inklusi keuangan dengan membuka akses ke produk dan layanan keuangan formal, meningkatkan kualitas layanan tersebut, serta menjangkau populasi yang lebih luas dan belum sepenuhnya terlayani,” kata Spesialis Sektor Keuangan ADB untuk Asia Tenggara Poornima Jayawardanadi, Jakarta, kemarin. (Baca juga: Mau Suntik Vaksin Covid-19, Lihat Dulu Daftar Harganya!)
Lihat Juga :