Saham Emiten Rokok Rontok Imbas Pengumuman Kenaikan Cukai
Kamis, 10 Desember 2020 - 16:26 WIB
loading...
A
A
A
Lalu, saham Indonesian Tobacco turun Rp65 atau 6,88 persen ke Rp880. Frekuensi perdagangan saham ITIC mencapai 5.777 kali dengan 29,10 juta lembar saham diperdagangkan dan nilai transaksi mencapai Rp26,82 miliar. Price Earning Ratio (PER) 45,80 dan Market Cap Rp827,83 miliar.
(Baca juga: Sentuh Level 6.000, Analis Sebut Masih Ada Kemungkinan IHSG Terkoreksi )
Lalu, saham Bentoel Internasional Investama turun Rp4 atau 1,07 persen ke Rp370. Frekuensi perdagangan saham RMBA mencapai 304 kali dengan 1,28 juta lembar saham diperdagangkan dan nilai transaksi mencapai Rp491,09 juta. Price Earning Ratio (PER) -17,91 dan Market Cap Rp13,47 triliun.
Lalu, saham Wismilak Inti Makmur tidak ada pergerakan, Rp0 atau 0,00 persen di Rp595. Frekuensi perdagangan saham WIIM mencapai 19.755 kali dengan 300,87 juta lembar saham diperdagangkan dan nilai transaksi mencapai Rp185,46 miliar. Price Earning Ratio (PER) 8,62 dan Market Cap Rp1,25 triliun.
(Baca juga: Sentuh Level 6.000, Analis Sebut Masih Ada Kemungkinan IHSG Terkoreksi )
Lalu, saham Bentoel Internasional Investama turun Rp4 atau 1,07 persen ke Rp370. Frekuensi perdagangan saham RMBA mencapai 304 kali dengan 1,28 juta lembar saham diperdagangkan dan nilai transaksi mencapai Rp491,09 juta. Price Earning Ratio (PER) -17,91 dan Market Cap Rp13,47 triliun.
Lalu, saham Wismilak Inti Makmur tidak ada pergerakan, Rp0 atau 0,00 persen di Rp595. Frekuensi perdagangan saham WIIM mencapai 19.755 kali dengan 300,87 juta lembar saham diperdagangkan dan nilai transaksi mencapai Rp185,46 miliar. Price Earning Ratio (PER) 8,62 dan Market Cap Rp1,25 triliun.
(ind)
Lihat Juga :