Bakir Pasaman: Tahun Depan 25.000 Hektare Lahan Pertanian Terapkan Agro-Solution
Kamis, 10 Desember 2020 - 17:56 WIB
loading...
A
A
A
Kini, Agro-Solution telah dilaksanakan di banyak wilayah oleh seluruh produsen pupuk yang tergabung dalam holding Pupuk Indonesia. PT Pupuk Kujang berfokus di Jawa Barat dan sebagian wilayah di Jawa Tengah. PT Pupuk Kaltim di sebagian Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah.
Sementara, PT Pupuk Iskandar Muda di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. PT Pupuk Sriwidjaja di Sumatera Selatan, Lampung, Jambi, dan Bangka Belitung. Kemudian, PT Petrokimia Gresik di sebagian Jawa Tengah, sebagian Jawa Timur, dan Bali. ( Baca juga:Keluarga Ungkap Kondisi Jenazah Laskar FPI: Dari Bengkak hingga 4 Lubang di Dada )
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi pun mengapresiasi program tersebut. Bupati Azwar Anas menilai sinergi ini cukup tepat untuk memecahkan masalah pertanian yang ada saat ini. Salah satunya memang perlu ada solusi dalam mengurangi ketergantungan petani terhadap masalah pupuk bersubsidi.
"Harapan ke depan Agro-Solution bisa bermanfaat banyak bagi sektor pertanian. Kami menyambut baik inovasi Pupuk Indonesia ini, ke depan bisa jadi alternatif. Program yang sukses bisa menjadi contoh bagi petani lain," ujar Azwar Anas.
Senada, Ketua KTNA Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto pun berpandangan bahwa Agro-Solution merupakan solusi bagi permasalahan pupuk bersubsidi. "Agro-Solution adalah solusi dari permasalahan pupuk. Penghasilan petani meningkat karena panennya meningkat, sehingga petani tak lagi tergantung pada pupuk subsidi. Marilah para petani lain agar ikut mencoba program Agro-Solution," kata Michael Edy.
Sementara, PT Pupuk Iskandar Muda di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. PT Pupuk Sriwidjaja di Sumatera Selatan, Lampung, Jambi, dan Bangka Belitung. Kemudian, PT Petrokimia Gresik di sebagian Jawa Tengah, sebagian Jawa Timur, dan Bali. ( Baca juga:Keluarga Ungkap Kondisi Jenazah Laskar FPI: Dari Bengkak hingga 4 Lubang di Dada )
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi pun mengapresiasi program tersebut. Bupati Azwar Anas menilai sinergi ini cukup tepat untuk memecahkan masalah pertanian yang ada saat ini. Salah satunya memang perlu ada solusi dalam mengurangi ketergantungan petani terhadap masalah pupuk bersubsidi.
"Harapan ke depan Agro-Solution bisa bermanfaat banyak bagi sektor pertanian. Kami menyambut baik inovasi Pupuk Indonesia ini, ke depan bisa jadi alternatif. Program yang sukses bisa menjadi contoh bagi petani lain," ujar Azwar Anas.
Senada, Ketua KTNA Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto pun berpandangan bahwa Agro-Solution merupakan solusi bagi permasalahan pupuk bersubsidi. "Agro-Solution adalah solusi dari permasalahan pupuk. Penghasilan petani meningkat karena panennya meningkat, sehingga petani tak lagi tergantung pada pupuk subsidi. Marilah para petani lain agar ikut mencoba program Agro-Solution," kata Michael Edy.
(uka)
Lihat Juga :