Jababeka Genjot Pengembangan Infrastruktur Kawasan Industri
Kamis, 10 Desember 2020 - 22:07 WIB
loading...
Pengembang kawasan industri Jababeka genjot pembangunan infrastruktur. Foto/Ist.
A
A
A
JAKARTA - Pengembang kawasan hunian, komersial dan industri, Jababeka Group (Jababeka) , terus menggenjot penyediaan fasilitas-infrastruktur yang bisa menopang perkembangan industri dan bisnis dan serta kemudahan dalam berbisnis.Tak hanya di kawasan industri Cikarang, Jawa Barat, tetapi juga kawasan industri yang dikembangkan di kota lain.
Direktur Utama Jababeka Group Budianto Liman mengatakan, untuk kawasan industri Jababeka, di Cikarang, fasilitas- infrastruktur yang tersedia sudah lengkap, mulai dari hadirnya pembangkit listrik mandiri yang sanggup menyuplai 130 mega watt (MW), waste water treatment plant dan water treatment plant yang mampu mengolah limbah dan memberikan air bersih hingga 72.600 meter kubik per hari, Cikarang Dry Port sebagai pusat solusi logistik, hingga jaringan fiber optic berkecepatan tinggi. "Kami juga memiliki layanan terpadu satu pintu J-FAST yang bisa membantu pengurusan semua perizinan para investor sampai selesai,"ujarnya di Jakarta,Kamis (10/12/2020).
(Baca Juga : Jababeka Raih Dua Penghargaan di Ajang Indonesia Property Award 2020 )
Dia menambahkan, selama 31 tahun Kawasan Industri Jababeka beroperasi, saat ini ada 2.000 perusahaan nasional dan multinasional yang menjadi penopang perekonomian Indonesia di kawasan itu. Selain kawaan industri Jababeka, kawasan industri Kendal kini juga telah menjadi idola baru kawasan industri di Indonesia. Hal itu karena kawasan ini berstatus Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang memberikan keuntungan lebih banyak bagi investor. "Jawa Tengah menjadi logistic hub. Saat ini sudah ada 61 perusahaan yang bergabung dengan Kawasan Industri Kendal ,” urai Budianto.
(Baca Juga : Kawasan Industri Bantaeng Diharap Jadi Pusat Industri Strategis )
Direktur Utama Jababeka Group Budianto Liman mengatakan, untuk kawasan industri Jababeka, di Cikarang, fasilitas- infrastruktur yang tersedia sudah lengkap, mulai dari hadirnya pembangkit listrik mandiri yang sanggup menyuplai 130 mega watt (MW), waste water treatment plant dan water treatment plant yang mampu mengolah limbah dan memberikan air bersih hingga 72.600 meter kubik per hari, Cikarang Dry Port sebagai pusat solusi logistik, hingga jaringan fiber optic berkecepatan tinggi. "Kami juga memiliki layanan terpadu satu pintu J-FAST yang bisa membantu pengurusan semua perizinan para investor sampai selesai,"ujarnya di Jakarta,Kamis (10/12/2020).
(Baca Juga : Jababeka Raih Dua Penghargaan di Ajang Indonesia Property Award 2020 )
Dia menambahkan, selama 31 tahun Kawasan Industri Jababeka beroperasi, saat ini ada 2.000 perusahaan nasional dan multinasional yang menjadi penopang perekonomian Indonesia di kawasan itu. Selain kawaan industri Jababeka, kawasan industri Kendal kini juga telah menjadi idola baru kawasan industri di Indonesia. Hal itu karena kawasan ini berstatus Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang memberikan keuntungan lebih banyak bagi investor. "Jawa Tengah menjadi logistic hub. Saat ini sudah ada 61 perusahaan yang bergabung dengan Kawasan Industri Kendal ,” urai Budianto.
(Baca Juga : Kawasan Industri Bantaeng Diharap Jadi Pusat Industri Strategis )
Lihat Juga :