Geger Harga Rokok Mau Naik Lagi, Begini Reaksi Lucu Ibu-ibu
Sabtu, 12 Desember 2020 - 07:00 WIB
loading...
A
A
A
Hal senada juga dikatakan ibu rumah tangga lain Siska Ariyani (33). Ibu dua anak ini sangat setuju apabila harga rokok dinaikkan berkali-kali lipat agar tidak bisa dijangkau sekalian. "Ya, kalau cuma naik dikit sih pasti masih banyak yang merokok Tapi kalau tinggi sekalian pasti para suami yang suka merokok juga pikir-pikir mending buat beli susu atau nyekolahin anak," ucapnya.
Baca Juga: Cukai Dipastikan Naik, Sri Mulyani Ingin Harga Rokok Makin Tidak Terbeli
Namun berbeda dengan apa yang dikatakan Siti Lathifah (35). Ia tidak setuju dengan kebijakan pemerintah yang menaikkan harga rokok. Sebab biasanya bagi ahli hisap tidak peduli dengan harga karena sudah kecanduan. Padahal uang yang dikeluarkan suami buat beli rokok terkadang melebihi kebutuhan dapur. "Sebaiknya nggak perlu naik, soalnya kantong suami saya bisa tambah kempes. Sepertinya kalau disuruh berhenti kok nggak mungkin soalnya sudah mendarah daging sama rokok," jelasnya.
Baca Juga: Busyet! Duit Rp22 Triliun Ternyata Belum Cukup Selamatkan Nasabah Jiwasraya
Ibu dua anak ini bercerita kebutuhan rokok sumai setiap hari bisa dua sampai tiga bungkus. Padahal harga rokoknya sebungkus di atas Rp30.000. Sementara dari sisi pendapatan tidak bertambah. "Lebih baik uangnya ditabung untuk sekolah anak. Solusinya sih sebenarnya cuma satu tutup pabriknya sudah paling bagus itu. Tapi kalau cuma naik tidak perlu soalnya cuma nambah beban," ungkapnya.
Baca Juga: Cukai Dipastikan Naik, Sri Mulyani Ingin Harga Rokok Makin Tidak Terbeli
Namun berbeda dengan apa yang dikatakan Siti Lathifah (35). Ia tidak setuju dengan kebijakan pemerintah yang menaikkan harga rokok. Sebab biasanya bagi ahli hisap tidak peduli dengan harga karena sudah kecanduan. Padahal uang yang dikeluarkan suami buat beli rokok terkadang melebihi kebutuhan dapur. "Sebaiknya nggak perlu naik, soalnya kantong suami saya bisa tambah kempes. Sepertinya kalau disuruh berhenti kok nggak mungkin soalnya sudah mendarah daging sama rokok," jelasnya.
Baca Juga: Busyet! Duit Rp22 Triliun Ternyata Belum Cukup Selamatkan Nasabah Jiwasraya
Ibu dua anak ini bercerita kebutuhan rokok sumai setiap hari bisa dua sampai tiga bungkus. Padahal harga rokoknya sebungkus di atas Rp30.000. Sementara dari sisi pendapatan tidak bertambah. "Lebih baik uangnya ditabung untuk sekolah anak. Solusinya sih sebenarnya cuma satu tutup pabriknya sudah paling bagus itu. Tapi kalau cuma naik tidak perlu soalnya cuma nambah beban," ungkapnya.
(nng)
Lihat Juga :