Agar Bangkit, UMKM Perlu Paham Tiga Konsep Pengelolaan Keuangan Ini

Senin, 14 Desember 2020 - 22:45 WIB
loading...
Agar Bangkit, UMKM Perlu...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Sejak pertama kali kasus pandemi Covid-19 melanda Indonesia, dampaknya perlahan menghantam banyak sektor. Selain dunia kesehatan dengan belasan ribu korban meninggal, wabah tersebut juga sangat memukul perekonomian nasional. Tidak hanya dirasakan perusahaan atau korporasi besar, dampaknya juga dirasakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) .

Merujuk dari data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah UMKM mencapai 64 juta. Angka tersebut mencapai lebih dari 90% dari keseluruhan usaha yang beroperasi di Indonesia dan berkontribusi 97% terhadap total tenaga kerja dan 60% PDB nasional. ( Baca juga:Persiapkan UMKM Pasca-Pandemi, Menkop Teten Fokus 3 Upaya Transformasi )

Namun, selama pandemi Covid-19 ini, sektor UMKM paling terdampak. Banyak dari pelaku usaha yang harus gulung tikar karena permintaan jatuh. Berdasarkan perkiraan Kementerian Koperasi dan UKM, hingga Oktober 2020 ada sekitar 90% UMKM yang kegiatan usahanya terganggu akibat pandemi.

Bahkan, pemerintah secara khusus telah mengalokasikan stimulus sebesar Rp123,46 triliun untuk mendongkrak sektor UMKM melalui dana pemulihan ekonomi Nasional (PEN). Namun, upaya membangkitkan UMKM itu tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.

Konsultan Akuntasi dan Manajemen Temy Setiawan menilai, sulitnya UMKM untuk bangkit disinyalir masih bisa berlanjut selama pandemi belum tertangani. Meski pemerintah sudah menggelontorkan dana bantuan, namun tidak menjadi acuan akan mengerek sektor tersebut pulih sepenuhnya.

Agar Bangkit, UMKM Perlu Paham Tiga Konsep Pengelolaan Keuangan Ini


Bukan lantaran nilai bantuan, Temy menduga, salah satu persoalannya, yaitu pelaku UMKM yang belum sepenuhnya paham tentang pentingnya pengelolaan keuangan ataucash flow, akuntansi, dan investasi. Padahal, lanjut dia, tiga hal itu sangat penting dalam membangun roda usaha agar bertahan dan berkembang.

“Ada paradigma yang keliru kalau itu hanya tentang laba rugi saja. Padahal, mereka perlu paham akuntansi tentang perputaran uang sehingga bisa berpikir investasi. Makanya, pengelolaan kas, investasi, dan akuntansi itu jadi bagian yang tidak bisa terpisahkan,” kata Temy kepadaSINDOnews, Senin (14/12/2020).

Dosen Universitas Bunda Mulia itu menegaskan bahwa akuntansi bukan sekedar ilmu mengenai hitung keuangan. Lebih dari itu, pemahaman tentang menjaga atau melindungi aset usaha untuk jangka panjang.

“Makanya, enggak jarang orang yang buka UMKM begitu dapat pinjaman atau bantuan, belum tentu bisa bertahan lama. Bisa aja satu atau dua tahun langsung tutup karena enggak paham kalau tiga konsep tadi sangat penting dan jadi satu bagian. Beda dengan perusahaan besar, mereka sudah menerapkan tiga konsep itu makanya ada divisi berbeda dalam pengelolaannya,” ujarnya.

Temy tidak menyoalkan adanya kucuran stimulus dari pemerintah maupun bantuan perusahaan melalui CSR (corporate social responsibility). Namun, ia mendorong mereka agar tetap bertanggung jawab secara moral. ( Baca juga:Bunuh Pacar Asal Indonesia, Pria Bangladesh Divonis Mati di Singapura )

“Jangan hanya kasih bantuan, pinjaman aja. Tapi juga bertanggung jawab secara moral supaya pelaku UMKM itu bisa berkembang. Misalnya, memberikan pendampingan atau training pengelolaan operasional, keuangan secara jangka panjang,” celetuk penulis buku Mahir Akuntasi itu.

Sejauh ini, menurut pengamatan Temy, belum ada kewajiban pertanggungjawaban moral akan setiap bantuan yang diberikan terhadap UMKM. Padahal, bisnis terus berkembang secara dinamis.

Lantaran itu, edukasi dan pendampingan sangat dibutuhkan para pelaku UMKM. Mereka membutuhkan tutor sehingga bisa memahami pengelolaan kas, sehingga bisa mengatur keuangan, kreatif dan bisa memanfaatkan peluang untuk berinvestasi demi bertahan di tengah persaingan usaha saat ini yang kiat sengit di era digitalisasi dan pandemi saat ini.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Lewat Asia Grassroots...
Lewat Asia Grassroots Forum, Kesehatan Finansial Jadi Babak Baru Inklusi Keuangan Bagi Akar Rumput
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Buka Akses Pasar Lebih...
Buka Akses Pasar Lebih Luas, Pertamina Fasilitasi UMKM Binaan di Jakarta Fair
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
Kunjungi IKN, Ketum...
Kunjungi IKN, Ketum Garuda Jajaki Peluang Usaha untuk UMKM
Jakarta Night Market...
Jakarta Night Market Glodok Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Raup Untung Besar
BPDP Dorong UMKM Perkebunan...
BPDP Dorong UMKM Perkebunan Naik Kelas lewat Inovasi Produk
Rekomendasi
Nyaris Kaya Mendadak,...
Nyaris Kaya Mendadak, Driver Ojol Tak Menyangka Temuan Ini Disebut Jeratan Gaib
Legislator PKB Minta...
Legislator PKB Minta Taufik Hidayat Dihukum Kebiri
Pengacara: Penangkapan...
Pengacara: Penangkapan Roy Suryo-Tifa seperti Penculikan para Jenderal di Film
Berita Terkini
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
EV Services: Membangun...
EV Services: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik yang Semakin Terintegrasi
Nasabah Mekaar Naik...
Nasabah Mekaar Naik Kelas Capai 2,5 Juta Sepanjang 2025
Jembatan Pasar Aset...
Jembatan Pasar Aset Tradisional dan Digital, ICE dan OKX Bentuk Joint Venture
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved