BUMN Syariah Incar Investor UEA

Selasa, 15 Desember 2020 - 08:35 WIB
loading...
BUMN Syariah Incar Investor...
Foto/dok
A A A
JAKARTA - Merger tiga bank BUMN syariah yang diberi nama PT Bank Syariah Indonesia berencana memperluas pangsa pasarnya hingga ke wilayah Uni Emirat Arab (UEA) dan Arab Saudi.

Hal tersebut diwacanakan setelah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan bersama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir melakukan kunjungan kerja ke Abu Dhabi dan Riyadh. (Baca: Ketika Musibah Datang Sebagai Peringatan)

Dalam kunjungan tersebut, keduanya sempat bertemu Yang Mulia Mohamed bin Zayed Al Nahyan, Putra Mahkota Abu Dhabi, dan Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata UEA, Khalid al-Falih, Menteri Investasi Arab Saudi, dan Ibrahim Abdulaziz al-Assaf, Menteri Keuangan Arab Saudi.

Menteri BUMN Erick menginginkan kerja sama investasi dan ekonomi dapat terwujud dengan partisipasi UEA dan Arab Saudi di Sovereign Wealth Fund (SWF) dan kerja sama di proyek-proyek BUMN antara lain Bank Syariah BUMN, investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, serta ketertarikan Indonesia dalam membangun Rumah Indonesia di Mekkah untuk jamaah umrah dan haji.

Penggabungan usaha PT Bank BRIsyariah Tbk (BRIS), PT Bank Syariah Mandiri (BSM), dan PT Bank BNI Syariah (BNIS) diyakini akan semakin memperkuat ekosistem industri dan perbankan syariah di Indonesia.

Ketua Project Management Office Integrasi Hery Gunardi mengatakan, Bank Syariah Indonesia nantinya akan memiliki total aset Rp214,6 triliun dengan modal inti lebih dari Rp20,4 triliun. Jumlah aset tersebut menempatkannya dalam daftar 10 besar bank terbesar di Indonesia dari sisi aset dan top 10 bank syariah terbesar di dunia dari sisi kapitalisasi pasar dalam lima tahun ke depan. (Baca juga: Begini Persyaratan Mengikui SNMPT 2021)

Sementara itu, Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah mengatakan dalam dua tahun ke depan diharapkan Bank Syariah Indonesia bisa masuk dalam kelompok bank umum kegiatan usaha (BUKU) IV.

“Dengan aset yang besar, bank syariah hasil merger nantinya punya kapasitas daya saing yang tinggi. Dan, ini akan sangat membantu pertumbuhan share perbankan syariah yang saat ini masih rendah,” katanya, saat dihubungi terpisah.

Dengan bank syariah yang besar, diharapkan akan mampu menarik institusi pengelola dana Islam global untuk masuk ke Indonesia menanamkan dananya. “Peluang ini saya kira semakin besar seiring dengan pemerintah juga mendirikan lembaga pengelola investasi atau Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia,” ungkap dia.

Di sisi lain, pemerintah bersama bank syariah hasil merger bisa menerbitkan sukuk global dengan dukungan proyek-proyek infrastruktur pemerintah. Menurut Piter, ini akan sangat menarik bagi investor global yang berorientasi kepada instrumen syariah. (Baca juga: 5 Makanan Asam yang Ampuh Menurunkan Berat Badan)

“Memang banyak hal yang perlu dipersiapkan untuk mendukung realisasi hal tersebut. Yang pertama adalah persiapan SDM (sumber daya manusia). Saat ini SDM di perbankan syariah bukanlah yang terbaik. Terbukti, dengan pengelolaan bank syariah kita selama ini masih jauh dari optimal,” ujar dia.

Dihubungi terpisah, peneliti dari Institute For Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda mengatakan, merger antarbank syariah pelat merah akan sangat menguntungkan bagi industri syariah milik BUMN. Misalnya saja, kenaikan aset yang bisa meningkatkan daya saing.

“Konsolidasi perusahaan tersebut dapat meningkatkan aset perusahaan untuk dapat bersaing dengan bank syariah maupun konvensional,” ungkap Huda, saat dihubungi. (Baca juga: Canggih, India Gunakan Robot untuk Merawat Pasien)

Selain itu, kemampuan pembiayaan bank syariah hasil merger juga akan semakin kuat. Apalagi, ada kecenderungan permintaan kredit berbasis hukum Islam ini tengah menanjak.

“Ke depan tampaknya perbankan syariah nasional akan kembali cerah karena mulai meningkat permintaan kredit berbasiskan syariah di Indonesia,” tandas Huda.

Namun, menurut Huda, harus tetap diingat juga adanya potensi kegagalan merger jika salah satu perusahaan yang akan bergabung ternyata dalam kondisi “tidak sehat”. Kondisi satu bank itu akan berpengaruh kepada perusahaan gabungannya atau perusahaan lain.

Sebelumnya rencana penggabungan usaha tiga bank syariah kian dimatangkan. Perubahan ringkasan rancangan penggabungan usaha (merger) yang memuat tambahan penjelasan ihwal struktur, nama, dan logo bank baru telah dilakukan. Publikasi perubahan itu dilakukan sesuai regulasi yang berlaku dan mengikuti persetujuan regulator. (Lihat videonya: Komnas HAM Investigasi Kasus Penembakan Simpatisan FPI)

Ketua Project Management Office Integrasi Hery Gunardi mengatakan, jika seluruh prosesnya telah tuntas dan persetujuan dan regulator-regulator terkait telah diperoleh, sesuai dengan perubahan disampaikan, bank hasil penggabungan akan bernama PT Bank Syariah Indonesia Tbk.

“Nama ini akan digunakan secara efektif oleh PT Bank BRIsyariah Tbk. selaku Bank Yang Menerima Penggabungan. Perubahan nama tersebut juga diikuti dengan pergantian logo,” katanya. (Kunthi Fahmar Sandy)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ekonom Sarankan PT DSI...
Ekonom Sarankan PT DSI Jadi Pengawas Ekspor SDA, Bukan Eksportir Tunggal
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
10 Perusahaan Diduga...
10 Perusahaan Diduga Manipulasi Nilai Ekspor Sawit, Gapki Buka Suara
DSI Diminta Tak Kuasai...
DSI Diminta Tak Kuasai Perdagangan Sawit, Fokus ke Pengawasan Digital
Ekonom Ingatkan Risiko...
Ekonom Ingatkan Risiko Ekspor Satu Pintu Jadi Monopoli Birokrasi Baru
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
Didukung Danantara,...
Didukung Danantara, PaDi UMKM Perkuat Ekosistem Pengadaan Digital BUMN dan UMKM
Presiden Prabowo Bekali...
Presiden Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin Perusahaan BUMN di PFLP 2026
Rekomendasi
Bupati Muara Enim Edison...
Bupati Muara Enim Edison Terjaring OTT KPK
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
Eks Waka BGN Sony Sonjaya...
Eks Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan JC, Sebut 20 Nama Besar Diduga Terlibat Korupsi
Berita Terkini
Bahlil Beberkan soal...
Bahlil Beberkan soal Rencana Pembentukan Bursa Mineral Indonesia
Pakar Ingatkan Galon...
Pakar Ingatkan Galon Guna Ulang Jangan Dipakai Lebih dari Setahun
IHSG Terjun Bebas 4,52%...
IHSG Terjun Bebas 4,52% Sore Ini, Banyak Saham 'Berdarah-darah'
Satu Seperempat Abad...
Satu Seperempat Abad Menjaga Kepercayaan, Pegadaian Konsisten Hadirkan Layanan Terdepan untuk Negeri
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa UPJ Edukasi Pasar Modal dalam Acara Jaya Investment Week 2026
Alam Bumi Sumberdaya...
Alam Bumi Sumberdaya Ekspansi Bisnis ke Singapura
Infografis
BUMN Dipangkas Jadi...
BUMN Dipangkas Jadi 30, Ini Perusahaan yang Bakal Dimerger
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved