Neraca Dagang Untung Bisa Bikin Aliran Modal Asing Menggelembung

Selasa, 15 Desember 2020 - 12:15 WIB
loading...
Neraca Dagang Untung...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ekonom Core Piter Abdullah menilai neraca dagang yang surplus sebesar USD2,62 miliar bisa membuat aliran modal asing yang masuk bakal deras. Pasalnya, surplus itu menjadi sentimen positif buat para investor. ( Baca juga:Neraca Dagang RI November 2020 Perpanjang Rentetan Surplus Tahun Ini )

"Kondisi itu lebih lanjut akan mengurangi risiko investasi di indonesia. Aliran modal ke Indonesia bisa diharapkan lebih besar masuk," kata Piter saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Selasa (15/12/2020).

Piter menambahkan, surplus neraca perdagangan disebabkan oleh tumbuhnya ekspor sementara impor masih tertahan oleh pandemi. Ekspor bisa lebih awal bangkit karena beberapa negara tujuan ekspor sudah mulai pulih perekonomiannya, seperti China.

"Di sisi lain juga terjadi kenaikan harga komoditas ekspor Indonesia, khususnya batu bara, nikel, dan CPO," katanya.

Dia menambahkan dampak positif tersebut di atas baru bisa terwujud apabila tren surplus neraca perdagangan bisa dijaga. "Juga surplus current account bisa dipertahankan dalam jangka panjang," tandasnya.( Baca juga:Garang di Usia 42, Pacquiao: Aku Kuat Tarung 2 Kali Tahun Depan! )

Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca dagang Indonesia pada November 2020 surplus USD2,62 miliar. Angka itu berasal dari selisih nilai ekspor Indonesia USD15,28 miliar dan impor USD12,66 miliar.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PT IIM Buktikan Konsistensi...
PT IIM Buktikan Konsistensi Kinerja Historis dan Dampak Sosial di Tengah Volatilitas Pasar
BPS: Neraca Dagang RI...
BPS: Neraca Dagang RI Januari-April 2026 Surplus USD5,64 Miliar
BUMN Ekspor Berpotensi...
BUMN Ekspor Berpotensi Memicu Larinya Modal Asing, Berikut Alasannya
Buka BRImo, Langsung...
Buka BRImo, Langsung Jadi Investor Syariah bareng Syailendra Capital!
Qavah Group Fasilitasi...
Qavah Group Fasilitasi Ekspansi Investor China ke Pasar Indonesia
Penghimpunan Dana di...
Penghimpunan Dana di Pasar Modal Tembus Rp59,35 Triliun, Ketua OJK Tekankan Kepercayaan Investor
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Fenomena Rupiah Melemah...
Fenomena Rupiah Melemah dan Dilema Impossible Trinity: Membaca Kepanikan Investor di Tengah Ketidakpastian Global
Kota Bontang Buktikan...
Kota Bontang Buktikan Daya Tarik Investasi, Sinyal Positif bagi Investor Baru
Rekomendasi
Usai Tinggalkan NCT,...
Usai Tinggalkan NCT, Mark Resmi Dirikan Perusahaan Kreatif Upper Room
Art & Bali 2026 Hadirkan...
Art & Bali 2026 Hadirkan Seniman Dunia, Nuanu Tanam 1.000 Pohon
Saiful Mujani Diperiksa...
Saiful Mujani Diperiksa soal Penghasutan, Todung Mulya Lubis: Ini Absurd
Berita Terkini
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
DSI Dinilai Bisa Perkuat...
DSI Dinilai Bisa Perkuat Ekspor dan Transparansi Tata Kelola SDA
IHSG Kebakaran, Rontok...
IHSG 'Kebakaran', Rontok 3,58% ke 5.734 Siang Ini
Mendorong Standar Baru...
Mendorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Tengah Tuntutan Global
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved