Duh, Impor Barang e-Commerce Pengaruhi Neraca Dagang RI Akhir Tahun
Selasa, 15 Desember 2020 - 15:28 WIB
loading...
A
A
A
"Itu yang membuat kinerja ekspor migas naik 27,4% dibanding bulan sebelumnya. Sementara ekspor non migas juga positif karena adanya pemulihan permintaan di negara utama seperti China naik 16%, Jepang 11,6%, dan India 10%. Sementara ekspor ke AS masih terkontraksi sebesar -1,88%," imbuhnya.
Baca Juga : Harbolnas 12.12 Tawarkan Promo dan Diskon Menggiurkan
Lalu, dari kinerja impor tumbuh cukup tinggi yakni 17,4% dibanding Oktober. Kondisi ini yang menyebabkan surplus perdagangan menurun. Adanya kenaikan impor barang modal sebesar 31,5% mengindikasikan proyek-proyek yang dikerjakan BUMN bidang konstruksi kembali digenjot. Salah satunya untuk pembelian mesin-mesin.
“Sementara impor bahan baku naik 13% bukti industri manufaktur kembali bergairah. Tapi perlu dicermati adanya kenaikan impor barang konsumsi sebesar 25,5% berkorelasi dengan persiapan pedagang menyambut Harbolnas," tandasnya.
Baca Juga : Harbolnas 12.12 Tawarkan Promo dan Diskon Menggiurkan
Lalu, dari kinerja impor tumbuh cukup tinggi yakni 17,4% dibanding Oktober. Kondisi ini yang menyebabkan surplus perdagangan menurun. Adanya kenaikan impor barang modal sebesar 31,5% mengindikasikan proyek-proyek yang dikerjakan BUMN bidang konstruksi kembali digenjot. Salah satunya untuk pembelian mesin-mesin.
“Sementara impor bahan baku naik 13% bukti industri manufaktur kembali bergairah. Tapi perlu dicermati adanya kenaikan impor barang konsumsi sebesar 25,5% berkorelasi dengan persiapan pedagang menyambut Harbolnas," tandasnya.
(her)
Lihat Juga :