Mantan Tukang Sapu di Sarinah Jadi CEO Startup Kargo TrawlBens
Rabu, 16 Desember 2020 - 22:07 WIB
loading...
A
A
A
Beni menjelaskan, untuk memulai usaha kargo sendiri tidaklah mudah. Untuk itu dia membuat sistem supaya orang yang awam-pun bisa menjalankan usaha tersebut melalui TrawlBens.
Selain sistem yang sudah terbentuk, kelebihan TrawlBens yaitu tarif yang lebih murah dibandingkan dengan jasa logistik lainnya. Selain itu juga memiliki produk yang bervariasi dan lebih lengkap.
“Produk kami juga bervariasi, kami bisa kirim mobil, kontainer, bisa urus pindahan (jasa mover). Kami bisa kirim kapal hingga pesawat. Kami membuat aplikasi dengan segala kelengkapannya. Apapun ada, itulah kelebihan kami, Super Logistics App,” katanya.
Namun, kata dia, saat ini fokus mengerjakan pengiriman barang terlebih dahulu dan membuka mitra di Jabodetabek. Rencananya pada 2021, TrawlBens akan melebarkan sayapnya dengan menggandeng mitra seluruh Indonesia.
Dia optimistis karena berdasarkan data Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) bisnis logistik pada 2021 masih tumbuh hingga 10-15 persen. Untuk itu tak heran banyak orang dari luar Jabodetabek yang ingin bermitra dengan TrawlBens.
“Banyak orang yang meminta untuk bergabung menjadi mitra kami. Untuk saat ini mitra kami di Jabodetabek baru 60 mitra dan akan terus bertambah,” ujar Beni.
Dia menjelaskan ada beberapa kemitraan yang ditawarkan salah satunya mitra space. Calon mitra hanya perlu menyediakan ruko 3x4 meter dan dapat diakses kendaraan roda dua dan roda empat.
“Untuk menjadi mitra space cukup membayar Rp3,8 juta dan akan mendapatkan berbagai peralatan penunjang seperti baner, print dan lainnya. Namun pada awal tahun biaya kemitraan menjadi Rp20 juta,” kata Dia.
Di samping itu, Beni mengungkapkan dengan adanya TrawlBens turut memajukan industri UKM. Menurutnya, sentra industri UKM di daerah akan sulit tumbuh jika menjual barang dengan kuantitas sedikit. Sehingga tak heran UKM harus jual ke distributor dengan harga minim supaya tetap hidup.
“Bagaimana industri kreatif itu bisa jalan, jika mau kirim sedikit tapi harganya lebih mahal daripada harga barangnya. Untuk itu hadirlah TrawlBens karena biayanya sangat murah dari daerah bisa dikirimkan ke nusantara,” ujar Beni.
Dia mencontohkan, seumpamanya untung Rp20 ribu, kemudian ongkir Rp10 ribu itu ada masalah. Minimal masih ada untung dan berkelanjutan. Tapi bagaimana UKM bisa jalan, jika untung Rp20 ribu ongkos Rp70 ribu. “Itu konsen kami. Makanya kami sangat percaya diri, TrawlBens akan menjadi roda penggerak perekonomian Indonesia,” pungkasnya.
Selain sistem yang sudah terbentuk, kelebihan TrawlBens yaitu tarif yang lebih murah dibandingkan dengan jasa logistik lainnya. Selain itu juga memiliki produk yang bervariasi dan lebih lengkap.
“Produk kami juga bervariasi, kami bisa kirim mobil, kontainer, bisa urus pindahan (jasa mover). Kami bisa kirim kapal hingga pesawat. Kami membuat aplikasi dengan segala kelengkapannya. Apapun ada, itulah kelebihan kami, Super Logistics App,” katanya.
Namun, kata dia, saat ini fokus mengerjakan pengiriman barang terlebih dahulu dan membuka mitra di Jabodetabek. Rencananya pada 2021, TrawlBens akan melebarkan sayapnya dengan menggandeng mitra seluruh Indonesia.
Dia optimistis karena berdasarkan data Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) bisnis logistik pada 2021 masih tumbuh hingga 10-15 persen. Untuk itu tak heran banyak orang dari luar Jabodetabek yang ingin bermitra dengan TrawlBens.
“Banyak orang yang meminta untuk bergabung menjadi mitra kami. Untuk saat ini mitra kami di Jabodetabek baru 60 mitra dan akan terus bertambah,” ujar Beni.
Dia menjelaskan ada beberapa kemitraan yang ditawarkan salah satunya mitra space. Calon mitra hanya perlu menyediakan ruko 3x4 meter dan dapat diakses kendaraan roda dua dan roda empat.
“Untuk menjadi mitra space cukup membayar Rp3,8 juta dan akan mendapatkan berbagai peralatan penunjang seperti baner, print dan lainnya. Namun pada awal tahun biaya kemitraan menjadi Rp20 juta,” kata Dia.
Di samping itu, Beni mengungkapkan dengan adanya TrawlBens turut memajukan industri UKM. Menurutnya, sentra industri UKM di daerah akan sulit tumbuh jika menjual barang dengan kuantitas sedikit. Sehingga tak heran UKM harus jual ke distributor dengan harga minim supaya tetap hidup.
“Bagaimana industri kreatif itu bisa jalan, jika mau kirim sedikit tapi harganya lebih mahal daripada harga barangnya. Untuk itu hadirlah TrawlBens karena biayanya sangat murah dari daerah bisa dikirimkan ke nusantara,” ujar Beni.
Dia mencontohkan, seumpamanya untung Rp20 ribu, kemudian ongkir Rp10 ribu itu ada masalah. Minimal masih ada untung dan berkelanjutan. Tapi bagaimana UKM bisa jalan, jika untung Rp20 ribu ongkos Rp70 ribu. “Itu konsen kami. Makanya kami sangat percaya diri, TrawlBens akan menjadi roda penggerak perekonomian Indonesia,” pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :