Di Tengah Pandemi, Usaha Mikro Bergerak Paling Lincah
Jum'at, 18 Desember 2020 - 14:14 WIB
loading...
A
A
A
Jika dipilah berdasarkan sektor bisnis, responden kebanyakan memiliki usaha di bidang fesyen, tekstil dan aksesoris (58%), kuliner (15,3%), perawatan kulit dan kosmetik (8%), serta kesehatan (6,5%).
“Laporan ini mencakup berbagai macam tantangan yang dihadapi UKM lokal di tengah pandemi dan masa kenormalan baru, khususnya dalam isu finansial, promosi, distribusi, dan pengembangan SDM yang penting untuk disimak oleh akselerator UKM,” ujar Head of Automotive Transportation and Logistics Industry dari Markplus Inc Nadya Prasetyo.
Hasil survei menunjukkan 57% UKM mengalami masalah bisnis paling utama dalam penurunan persentase daya beli konsumen. Daya beli menyiratkan daya beli pelanggan yang secara tidak langsung membuat pendapatan bisnis menurun, dan masalah ini terjadi hampir di semua lini industri. ( Baca juga:Lewandowski, Pesepak Bola yang Punya Selera Tinggi dan Tak Pernah Berhenti Bermimpi )
"Membahas masalah keuangan, dari seluruh responden, 60% mengalami penurunan pendapatan, dan 50% memiliki kendala keterbatasan modal untuk menjalankan usahanya. Sedangkan dalam isu logistik, sejak pemberlakukan peraturan PSBB, 45% UKM mengeluhkan waktu pengiriman menjadi lebih lama, dan 21% merasakan tantangan biaya pengiriman yang jadi semakin mahal," tambahnya.
Fakta menarik yang ditemukan dari tanggapan responden. "Terkait pengembangan SDM, 40% UKM belum menyadari betapa pentingnya pengembangan SDM bagi bisnis mereka di tengah krisis pandemi yang terjadi," pungkas Nadya.
“Laporan ini mencakup berbagai macam tantangan yang dihadapi UKM lokal di tengah pandemi dan masa kenormalan baru, khususnya dalam isu finansial, promosi, distribusi, dan pengembangan SDM yang penting untuk disimak oleh akselerator UKM,” ujar Head of Automotive Transportation and Logistics Industry dari Markplus Inc Nadya Prasetyo.
Hasil survei menunjukkan 57% UKM mengalami masalah bisnis paling utama dalam penurunan persentase daya beli konsumen. Daya beli menyiratkan daya beli pelanggan yang secara tidak langsung membuat pendapatan bisnis menurun, dan masalah ini terjadi hampir di semua lini industri. ( Baca juga:Lewandowski, Pesepak Bola yang Punya Selera Tinggi dan Tak Pernah Berhenti Bermimpi )
"Membahas masalah keuangan, dari seluruh responden, 60% mengalami penurunan pendapatan, dan 50% memiliki kendala keterbatasan modal untuk menjalankan usahanya. Sedangkan dalam isu logistik, sejak pemberlakukan peraturan PSBB, 45% UKM mengeluhkan waktu pengiriman menjadi lebih lama, dan 21% merasakan tantangan biaya pengiriman yang jadi semakin mahal," tambahnya.
Fakta menarik yang ditemukan dari tanggapan responden. "Terkait pengembangan SDM, 40% UKM belum menyadari betapa pentingnya pengembangan SDM bagi bisnis mereka di tengah krisis pandemi yang terjadi," pungkas Nadya.
(uka)
Lihat Juga :