Segelintir Nasabah Tak Puas dengan Restrukturisasi Jiwasraya, Kemenkeu: Itu Biasa!

Jum'at, 18 Desember 2020 - 16:56 WIB
loading...
Segelintir Nasabah Tak...
FOTO/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan bahwa ada segelintir nasabah PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang kecewa terkait kebijakan restrukturisasi. Hal itu diungkapkan oleh Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, Isa Rachmatarwata.

Menurut Isa, masih ada sejumlah kelompok nasabah yang tidak puas dengan kebijakan program restrukturisasi penjaminan polis oleh pemerintah dan Jiwasraya. Meski begitu tidak semua nasabah menolak mekanisme penyelamatan Jiwasraya tersebut. "Tentu kita juga melihat kepentingan para nasabah yang lebih besar dari yang bisa dilayani oleh menajemen," ujar dia dalam video virtual, Jumat (18/12/2020).

Baca Juga: Terungkap! PPATK Temukan Bukti Baru Terkait Bancakan Duit Jiwasraya

Dia menandaskan bahwa setiap kebijakan pasti ada yang merasa puas dan tidak puas sehingga itu biasa saja. Namun program penyelamatan Jiwasraya yang saat ini dijalankan harapannya dapat merangkul seluruh nasabah yang merasa dirugikan.

Sebab itu, manajemen harus tetap fokus menjalankan program yang sudah diputuskan karena jumlah nasabah Jiwasraya cukup banyak. "Mohon diingat nasabah Jiwasraya sangat banyak kalau kita dengar dari sekelompok nasabah, manajemen juga layani kelompok nasabah lain," tandas dia.

Baca Juga: Nasabah Curhat: Restrukturisasi Jiwasraya Bukan Solusi Tapi Intimidasi

Namun yang jelas, tim penyelamatan Jiwasraya telah mengambil keputusan yang terbaik dan berkomitmen menyelesaikan masalah yang menimpa para nasabah pemegang polis. "Saya yakin kalau dari berbagai pertemuan yang saya lakukan dengan manajemen, manajemen itu committed untuk sebetulnya menangani persoalan Jiwasraya dengan baik," tandas dia.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pelemahan Rupiah Dinilai...
Pelemahan Rupiah Dinilai Bukan Pertanda Krisis, Tapi Restrukturisasi Ekonomi
Purbaya Ungkap Administrasi...
Purbaya Ungkap Administrasi di Danantara Hambat Restrukturisasi Utang Whoosh
Purbaya Dikabarkan Ambruk...
Purbaya Dikabarkan Ambruk Masuk Rumah Sakit, Ini Kata Kemenkeu
BP BUMN: KAI Tak Sanggup...
BP BUMN: KAI Tak Sanggup Menanggung Beban Utang Whoosh Sendiri
PPN Avtur 100% Ditanggung...
PPN Avtur 100% Ditanggung Pemerintah, Ini Aturannya
Purbaya Copot 2 Dirjen...
Purbaya Copot 2 Dirjen Kemenkeu Febrio Kacaribu dan Luky Alfirman, Ada Apa?
Menhan Ungkap Kemenkeu...
Menhan Ungkap Kemenkeu dan Bappenas Pangkas Anggaran Pertahanan Ratusan Triliun
Bukan Hanya Suami Dwi...
Bukan Hanya Suami Dwi Sasetyaningtyas, Kemenkeu Ungkap 44 Alumni LPDP Mangkir dari Pengabdian
Peringati Hari Pabean...
Peringati Hari Pabean Internasional 2026, Bea Cukai Komitmen Lindungi Masyarakat
Rekomendasi
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Garda Prabowo: Penyampaian...
Garda Prabowo: Penyampaian Mahasiswa dalam Aksi Demonstrasi Kurang Beradab
Roy Suryo Ajukan Praperadilan...
Roy Suryo Ajukan Praperadilan terkait Penggeledahan
Berita Terkini
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
MNC Sekuritas Gelar...
MNC Sekuritas Gelar SPM Level 2 Bersama IBI Kesatuan Bogor: Mengenal Analisis Teknikal
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Menguat 0,44 Persen ke Level 6.128
MSCI Tahan Status Emerging...
MSCI Tahan Status Emerging Market Indonesia, OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Jalan Terus
Hasil RUPST MNC Energy...
Hasil RUPST MNC Energy Investments untuk Tahun Buku 2025
Pasar Modal RI Terancam...
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta ke Frontier Market, MSCI Ultimatum hingga November 2026
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved