Cari Solusi PT Timah vs Nelayan, Pemprov Babel Minta Arahan Pemerintah Pusat

Sabtu, 19 Desember 2020 - 22:22 WIB
loading...
Cari Solusi PT Timah...
Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) meminta kajian dari pemerintah mengenai persoalan yang terjadi antara PT Timah Tbk dengan nelayan di daerah sekitar pertambangan. Pasalnya, dengan adanya Undang-Undang (UU) Pertambangan yang baru, pemerintah daerah tidak lagi memiliki wewenang mengenai perizinan pertambangan.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan mengatakan, alasan pihaknya akan meminta kajian ke pemerintah pusat karena pihaknya juga telah memiliki arah transformasi di wilayahnya, dari pertambangan menjadi pariwisata.

"Karena kami punya arah pembangunan juga, kita sudah mempunyai kebijakan transformasi dari mining ke tourism, kalau misalnya kita terlalu memandang pusat, nah sekarang pusat bisa berbuat apa terhadap apa yang dihasilkan oleh PT Timah kepada daerah, tidak sebanding dengan apa yang terjadi," ujar Erzaldi dalam forum diskusi Polemik Trijaya FM, Sabtu (19/12/2020).

(Baca juga: Nelayan Tolak Kapal Isap PT Timah, Ini Kata Gubernur Babel )

Adapun belakangan ini pengoperasian Kapal Isap Produksi (KIP) milik PT Timah Tbk di perairan Pulau Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dipermasalahkan oleh nelayan. Sebab, aktivitas yang dilakukan perusahaan plat merah tersebut disebut mengganggu aktivitas para nelayan di wilayah tersebut.

Dia pun tidak memungkiri bahwa kegiatan yang dilakukan oleh PT Timah adalah merupakan bentuk investasi dari negara. Menurutnya, selama operasional KIP bisa dijalankan dengan baik dan tidak mengganggu aktivitas nelayan atau sekali pun menggangu aktivitas nelayan maka tidak ada persoalan.

"Tetapi PT Timah atau perusahaan pertambangan bisa melaksanakan rekomendasi yang sudah menjadi ketentuan Amdal saya rasa jalan aja," kata dia.

(Baca juga: Hari Nusantara Menuju Indonesia Poros Maritim Dunia )

Erzaldi menyebut, ketika perusahaan tambang menjalankan proses pertambangan mengganggu aktivitas nelayan, maka wajar jika nelayan tidak terima karena mengganggu pendapatannya.

"Sekarang bagaimana caranya agar kepentingan nelayan bisa diakomodir PT Timah? sehingga nelayan tetap bisa beraktivitas mencari ikan dan aktivitas PT Timah bisa berjalan. Ini yang sedang coba kita luruskan," ucapnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Ketahanan Energi Nasional...
Ketahanan Energi Nasional Dinilai Masih Rapuh di Tengah Tekanan Global
BRI Salurkan KUR Rp65,95...
BRI Salurkan KUR Rp65,95 Triliun, Jangkau 558.000 Petani dan 23.000 Nelayan
Adopsi Teknologi dan...
Adopsi Teknologi dan AI Jadi Arah Baru Industri Pertambangan
Rosan hingga Bahlil...
Rosan hingga Bahlil Kompak soal Pembentukan Badan Khusus Ekspor: Tunggu Presiden
MMS Resources Bidik...
MMS Resources Bidik Teknologi Tambang Modern dari China
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
Dukung Nelayan Lebih...
Dukung Nelayan Lebih Aman Melaut, Askrindo Gandeng DKP Kabupaten Demak
Berantas Mafia Tambang,...
Berantas Mafia Tambang, DPRPT Dorong Izin Tambang Rakyat Diserahkan ke Provinsi
Rekomendasi
Honda Siap Luncurkan...
Honda Siap Luncurkan 2 Motor Listrik Terbaru Lagi
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
Doa Memasuki Tahun Baru...
Doa Memasuki Tahun Baru Islam, Jangan Lupa Diamalkan!
Berita Terkini
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Bank Mantap Serahkan...
Bank Mantap Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Jenderal Purn Ryamizard Ryacudu
Heboh Kabar Direksi...
Heboh Kabar Direksi PLN Dirombak, Bos BP BUMN Buka Suara
Infografis
Dana Pinjaman dari Pemerintah...
Dana Pinjaman dari Pemerintah Pusat Dimaksimalkan Anies
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved