Kementan Dorong Penyuluh Aktif Dukung Petani Food Estate Humbahas
Minggu, 20 Desember 2020 - 10:44 WIB
loading...
A
A
A
Sebelumnya Mentan Syahrul mengatakan pengolahan lahan hampir lebih 90%. “Membangun bedengan sudah 70%. Desember ini, inshaa Allah selesai 100% pemasangan mulsa. Penanaman tidak lama lagi, tinggal menggerakkan lebih banyak orang, inshaa Allah Januari 2021, penanaman sudah selesai,” kata Mentan Syahrul di Desa Ria-Ria, Kecamatan Pollung, Humbahas, Sumut.
Mentan Syahrul mengatakan FEH mengembangkan pertanian berbasis hortikultura sebagai komoditas utama yakni kentang, bawang merah dan bawang putih. “Kita tinggal tunggu bagaimana melakukan budidaya dan perawatan sehingga bisa panen sesuai waktu yang direncanakan,” kata Mentan Syahrul.
(Baca juga:Menteri Siti Pastikan Kawasan Hutan Tidak Dipakai Food Estate)
Menyikapi harapan Mentan Syahrul, Dedi Nursyamsi menyarankan Kepala Dinas Pertanian Humbahas, Junter Marbun mendorong penyuluh swadaya kolaborasi dengan petani. “Atau berikan saja lahan sebagai usaha bisnis di bidang pertanian, agar pendapatannya bertambah, bukan mengandalkan honor saja,” katanya.
(Baca juga:Kementerian PUPR Tingkatkan Konektivitas Food Estate Kalteng)
Kepada petani setempat, Dedi mengingatkan tentang pentingnya dapat membuat dan memanfaatkan pupuk kompos, sehingga tidak tergantung pada pupuk kimia. Pasalnya, selama mengandalkan pupuk bersubsidi, maka petani sulit diharapkan beralih ke pupuk kompos, maka hal itu harus dibiasakan agar petani mandiri pupuk.
Mentan Syahrul mengatakan FEH mengembangkan pertanian berbasis hortikultura sebagai komoditas utama yakni kentang, bawang merah dan bawang putih. “Kita tinggal tunggu bagaimana melakukan budidaya dan perawatan sehingga bisa panen sesuai waktu yang direncanakan,” kata Mentan Syahrul.
(Baca juga:Menteri Siti Pastikan Kawasan Hutan Tidak Dipakai Food Estate)
Menyikapi harapan Mentan Syahrul, Dedi Nursyamsi menyarankan Kepala Dinas Pertanian Humbahas, Junter Marbun mendorong penyuluh swadaya kolaborasi dengan petani. “Atau berikan saja lahan sebagai usaha bisnis di bidang pertanian, agar pendapatannya bertambah, bukan mengandalkan honor saja,” katanya.
(Baca juga:Kementerian PUPR Tingkatkan Konektivitas Food Estate Kalteng)
Kepada petani setempat, Dedi mengingatkan tentang pentingnya dapat membuat dan memanfaatkan pupuk kompos, sehingga tidak tergantung pada pupuk kimia. Pasalnya, selama mengandalkan pupuk bersubsidi, maka petani sulit diharapkan beralih ke pupuk kompos, maka hal itu harus dibiasakan agar petani mandiri pupuk.
Lihat Juga :