Waspada Saudara.....! Defisit APBN Tembus Rp883,7 Triliun
Senin, 21 Desember 2020 - 14:57 WIB
loading...
Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Dok. Sindonews)
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat defisit APBN hingga November 2020 tercatat mencapai Rp883,7 triliun atau 85% dari patokan dalam APBN 2020 senilai Rp1.039,2 triliun. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan realisasi defisit anggaran itu setara dengan 5,6% terhadap produk domestik bruto (PDB).
“Dibandingkan dengan yang ada di dalam perpres, itu berarti keseimbangan primer yang Rp582,7 triliun. Itu 85% yang ada di APBN. Angka keseimbangan primer yang menurun menunjukkan kenaikan defisit yang sangat besar dibandingkan tahun lalu. Ini yang mengambarkan bagaimana Covid-19 mempengaruhi ekonomi dan keuangan negara,” ujar Sri Mulyani dalam video virtual, Senin (21/12/2020).
(Baca juga:Jangan Protes!, Vaksin Gratis Akan Bikin Defisit APBN Melebar)
Adapun, realisasi defisit APBN ini berdasarkan realisasi penerimaan perpajakan hingga November 2020 tercatat senilai Rp1.108,8 triliun atau 78,9% dari target Rp1.404,5 triliun.
Performa itu mencatatkan kontraksi 15,5% dibandingkan realisasi hingga akhir November 2019 senilai Rp1.312,4 triliun.
“Dibandingkan dengan yang ada di dalam perpres, itu berarti keseimbangan primer yang Rp582,7 triliun. Itu 85% yang ada di APBN. Angka keseimbangan primer yang menurun menunjukkan kenaikan defisit yang sangat besar dibandingkan tahun lalu. Ini yang mengambarkan bagaimana Covid-19 mempengaruhi ekonomi dan keuangan negara,” ujar Sri Mulyani dalam video virtual, Senin (21/12/2020).
(Baca juga:Jangan Protes!, Vaksin Gratis Akan Bikin Defisit APBN Melebar)
Adapun, realisasi defisit APBN ini berdasarkan realisasi penerimaan perpajakan hingga November 2020 tercatat senilai Rp1.108,8 triliun atau 78,9% dari target Rp1.404,5 triliun.
Performa itu mencatatkan kontraksi 15,5% dibandingkan realisasi hingga akhir November 2019 senilai Rp1.312,4 triliun.
Lihat Juga :