Di Bawah China, Pelaku Usaha Indonesia Optimistis dengan Ekonomi Tahun Depan
Selasa, 22 Desember 2020 - 14:21 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Seperti diketahui tahun 2020 menjadi tantangan besar bagi keberlangsungan ekonomi global , termasuk Indonesia. Pandemi virus covid yang berdampak sangat dahsyat di seluruh sektor usaha membuat perekonomian Indonesia melambat.
Ekonomi Indonesia pun secara resmi memasuki fase resesi setelah mengalami minus dalam dua kuartal berturut-turut, yaitu minus 5,32% pada kuartal II dan minus 3,49% pada kuartal III di tahun 2020. ( Baca juga:Ekonomi Dunia Minus Tahun Ini, Sri Mulyani: Ini Resesi Paling Dalam)
CEO Grant Thornton Indonesia Johanna Gani menilai tahun ini merupakan tahun yang berat bagi hampir seluruh sektor ekonomi.
"Untuk ke depannya, kami melihat pertumbuhan ekonomi akan sangat ditentukan dengan pengendalian pandemi dan efektivitas dari vaksinasi," katanya di Jakarta, Selasa (22/12/2020).
Selain itu, menurut dia, salah satu kunci lain pemulihan ekonomi ialah menumbuhkan daya beli masyarakat dengan memastikan kelancaran percepatan penyerapan anggaran bantuan sosial dan berbagai stimulus ekonomi untuk mendorong daya beli.
Ekonomi Indonesia pun secara resmi memasuki fase resesi setelah mengalami minus dalam dua kuartal berturut-turut, yaitu minus 5,32% pada kuartal II dan minus 3,49% pada kuartal III di tahun 2020. ( Baca juga:Ekonomi Dunia Minus Tahun Ini, Sri Mulyani: Ini Resesi Paling Dalam)
CEO Grant Thornton Indonesia Johanna Gani menilai tahun ini merupakan tahun yang berat bagi hampir seluruh sektor ekonomi.
"Untuk ke depannya, kami melihat pertumbuhan ekonomi akan sangat ditentukan dengan pengendalian pandemi dan efektivitas dari vaksinasi," katanya di Jakarta, Selasa (22/12/2020).
Selain itu, menurut dia, salah satu kunci lain pemulihan ekonomi ialah menumbuhkan daya beli masyarakat dengan memastikan kelancaran percepatan penyerapan anggaran bantuan sosial dan berbagai stimulus ekonomi untuk mendorong daya beli.
Lihat Juga :