Reshuffle Kabinet, Ekonom: Tim Ekonomi Harusnya Dirombak
Selasa, 22 Desember 2020 - 20:54 WIB
loading...
A
A
A
Sebaliknya pengamat ekonomi dari INDEF Bhima Yudhistira menilai tim ekonomi kabinet saat ini justru layak untuk dirombak total oleh Presiden Jokowi. "Harusnya dirombak total untuk tim ekonomi sekarang. Mulai dari menko perekonomian sampai menteri keuangan," ujar Bhima.
Namun dia menilai masih ada opsi Jokowi akan merombak kabinetnya di episode berikutnya. Karena ada semacam target dan kalau target tidak tercapai kemungkinan besar tahun 2021 ada reshuffle lagi.
Terlebih yang terkait penanganan pandemi Covid-19, termasuk stimulus perekonomian dalam upaya pemulihan ekonomi nasional (PEN)."Dasarnya dari melihat realisasi stimulus yang belum optimal. Kemudian kebijakan yang kurang sinkron antara ekonomi dan kesehatan sering membingungkan pelaku usaha," kata Bhima.
Dia memberi contoh nyata dalam kebijakan pemangkasan cuti akhir tahun ini yang terkesan mendadak jelas sangat berdampak pada pelaku usaha sektor pariwisata. "Tingkat cancelation hotel jadi melonjak tajam. Juga restoran yang ingin rekrutmen karyawan jadi urung niat karena turunnya jumlah pelancong di akhir tahun," kata Bhima.
Sementara pengamat ekonomi dari CORE Indonesia Piter Abdullah turut berkomentar soal reshuffle yang tidak menyentuh pos tim ekonomi. Dia menilai langkah Presiden Jokowi karena melihat permasalahan utama pada kesalahan individu menteri dan kebetulan lebih banyak bukan di bidang ekonomi. ( Baca juga:Begini Ciri-ciri Wali Allah Menurut Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani )
Namun dia menilai masih ada opsi Jokowi akan merombak kabinetnya di episode berikutnya. Karena ada semacam target dan kalau target tidak tercapai kemungkinan besar tahun 2021 ada reshuffle lagi.
Terlebih yang terkait penanganan pandemi Covid-19, termasuk stimulus perekonomian dalam upaya pemulihan ekonomi nasional (PEN)."Dasarnya dari melihat realisasi stimulus yang belum optimal. Kemudian kebijakan yang kurang sinkron antara ekonomi dan kesehatan sering membingungkan pelaku usaha," kata Bhima.
Dia memberi contoh nyata dalam kebijakan pemangkasan cuti akhir tahun ini yang terkesan mendadak jelas sangat berdampak pada pelaku usaha sektor pariwisata. "Tingkat cancelation hotel jadi melonjak tajam. Juga restoran yang ingin rekrutmen karyawan jadi urung niat karena turunnya jumlah pelancong di akhir tahun," kata Bhima.
Sementara pengamat ekonomi dari CORE Indonesia Piter Abdullah turut berkomentar soal reshuffle yang tidak menyentuh pos tim ekonomi. Dia menilai langkah Presiden Jokowi karena melihat permasalahan utama pada kesalahan individu menteri dan kebetulan lebih banyak bukan di bidang ekonomi. ( Baca juga:Begini Ciri-ciri Wali Allah Menurut Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani )
Lihat Juga :