Menko Airlangga Sebut Investasi dan Daya Beli Harus Jadi Kemudi Ekonomi

Kamis, 24 Desember 2020 - 21:18 WIB
loading...
Menko Airlangga Sebut...
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, konsumsi, daya beli maupun investasi juga bisa membaik sehingga bisa menjadi kemudi terhadap perekonomian 2021. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, konsumsi, daya beli maupun investasi juga bisa membaik sehingga bisa menjadi kemudi terhadap perekonomian 2021. Dengan demikian diharapkan bakal mengubah penggerak perekonomian tidak hanya berasal dari belanja pemerintah.

"Pemerintah mendorong, bahwa driver dari perekonomian bukan hanya spending pemerintah, tetapi kembali daya beli masyarakat, kemudian investasi," kata Menko Airlangga dalam video virtual, Kamis (24/12/2020).

(Baca Juga: Resmi Dilantik Jokowi, Mendag Lutfi Bakal Geber Daya Beli )

Ia menambahkan, anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021 masih terdiri dari enam klaster sama seperti yang ada pada tahun ini. Rinciannya, anggaran PEN dan penanganan covid-19 ini digunakan untuk anggaran kesehatan sebesar Rp25,4 triliun, perlindungan sosial Rp110,2 triliun.

Selain itu, pemerintah mengalokasikan sektoral kementerian/lembaga dan pemerintah daerah sekitar Rp136,7 triliun, dukungan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Rp48,8 triliun, pembiayaan korporasi Rp14,9 triliun, serta insentif usaha Rp20,4 triliun.

(Baca Juga: Daya Beli Menurun, Peserta BPJS Kesehatan Nunggak Rp11 Triliun )

"Kemudian ke depan tentu ada yang harus kita lakukan, yaitu restrukturisasi perekonomian, reform birokrasi yang ini sudah akan berbasi pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, sehingga seluruh reform ini akan mendorong pemulihan perekonomian," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mahasiswa UPJ Belajar...
Mahasiswa UPJ Belajar Analisis Fundamental dan Teknikal di Jaya Investment Week 2026 bersama MNC Sekuritas
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa UPJ Edukasi Pasar Modal dalam Acara Jaya Investment Week 2026
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
Ayo Belajar Cara Investasi...
Ayo Belajar Cara Investasi ETF di IG Live MNC Sekuritas: Investasi Simpel dengan Diversifikasi Otomatis
Seminar dan Live Trading,...
Seminar dan Live Trading, Didimax Dorong Edukasi Trading yang Aman serta Mandiri
BP Batam Kawal Investasi...
BP Batam Kawal Investasi 88 Triliun AI Data Centre guna Transformasi Digital
Bontang Lestari dan...
Bontang Lestari dan KIE Siap Jadi Magnet Baru Kaltim
Kaltim Tawarkan Industri...
Kaltim Tawarkan Industri Fatty Amine Rp1,88 Triliun di Bontang
Rekomendasi
Ikut Audisi Miss Indonesia...
Ikut Audisi Miss Indonesia 2026, Mutia Ingin Lawan Insecure
UNCLOS 82, Strategi...
UNCLOS 82, Strategi Sea Denial Melawan AT Mahan
Digitalisasi Data, Penerima...
Digitalisasi Data, Penerima Bansos Diverifikasi lewat Pengenalan Wajah
Berita Terkini
Bocoran Isi Kesepakatan...
Bocoran Isi Kesepakatan AS-Iran: Barter Minyak, Aset Triliunan, hingga Senjata Nuklir
Pendaftaran Program...
Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka Kemnaker, Begini Caranya
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Anomali Tiket Pesawat:...
Anomali Tiket Pesawat: Penerbangan Domestik Dipungut PPN, ke Luar Negeri Bebas Pajak
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
Infografis
Penjualan Mobil Murah...
Penjualan Mobil Murah LCGC Anjlok, Daya Beli Kelas Menengah Terancam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved