Pipa Gas, Picu Pertumbuhan KEK Sorong
Jum'at, 25 Desember 2020 - 14:40 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut, Ifan berharap agar infrastruktur pipa gas tersebut dapat dijadikan open access yang akan menyalurkan gas bumi menuju KEK Sorong yang berdekatan dengan ruas pipa tersebut. Dengan adanya akses kelistrikan yang bersumber dari gas bumi, maka biaya pokok penyediaan (BPP) listrik akan semakin murah sehingga bisa membangun kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sorong, Papua Barat.
“Oleh sebab itu, BPH Migas hadir di acara ini untuk mendukung agar pipa yang sudah dibangun ini dapat dibuka sebagai open access untuk pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus demi mendukung pertumbuhan ekonomi yang ada di Kabupaten Sorong pada khususnya dan Provinsi Papua Barat pada umumnya,” ujar Ifan.
BPH Migas akan segera menerbitkan Hak Khusus dan menetapkan tarif pengangkutan (toll-fee) kepada PT PDG melalui Sidang Komite BPH Migas. Program konversi ke gas ini diharapkan dapat menurunkan BPP listrik menjadi sebesar Rp1.368 kWh dari sebelumnya sebesar Rp1.847 per kWh di MPP Sorong. BPH Migas berharap lokasi-lokasi PLTMG yang akan dikonversi dari BBM ke gas bumi di seluruh Indonesia untuk mempertimbangkan penyalurannya menjadi open access sehingga bisa turut dimanfaatkan oleh Kawasan Ekonomi Khusus di wilayah tersebut.
“Kami mendukung proyek ini dan ke depannya berharap agar pipa gas yang digunakan untuk menyuplai PLTMG dapat digunakan sebagai pipa open access, sehingga manfaatnya menjadi bertambah,” kata Ifan.
“Oleh sebab itu, BPH Migas hadir di acara ini untuk mendukung agar pipa yang sudah dibangun ini dapat dibuka sebagai open access untuk pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus demi mendukung pertumbuhan ekonomi yang ada di Kabupaten Sorong pada khususnya dan Provinsi Papua Barat pada umumnya,” ujar Ifan.
BPH Migas akan segera menerbitkan Hak Khusus dan menetapkan tarif pengangkutan (toll-fee) kepada PT PDG melalui Sidang Komite BPH Migas. Program konversi ke gas ini diharapkan dapat menurunkan BPP listrik menjadi sebesar Rp1.368 kWh dari sebelumnya sebesar Rp1.847 per kWh di MPP Sorong. BPH Migas berharap lokasi-lokasi PLTMG yang akan dikonversi dari BBM ke gas bumi di seluruh Indonesia untuk mempertimbangkan penyalurannya menjadi open access sehingga bisa turut dimanfaatkan oleh Kawasan Ekonomi Khusus di wilayah tersebut.
“Kami mendukung proyek ini dan ke depannya berharap agar pipa gas yang digunakan untuk menyuplai PLTMG dapat digunakan sebagai pipa open access, sehingga manfaatnya menjadi bertambah,” kata Ifan.
(alf)
Lihat Juga :