Tiga Dekade Berkiprah: Pandemi Tak Membendung JNE Mendulang Untung
Sabtu, 26 Desember 2020 - 00:19 WIB
loading...
A
A
A
Dia menjelaskan alasan penjual toko daring dan pembeli tetap memilih JNE di tengah banyaknya pendatang baru adalah keamanan. Pria asal Minang itu mengatakan pernah mengirim buku sebanyak 15 buah ke Kabupaten Nunukan, Kalimantan utara. Dalam tempo 3-5 hari barang sudah datang. “Orang kalau enggak ada promo ongkir, kebanyakan milih JNE karena lebih murah,” ucapnya.
Dandy juga pernah mengirim parfum sebanyak 60 buah ke Papua. Pembeli memilih menggunakan layanan JNE Trucking. Ini biasanya dipilih konsumen yang membeli barang dalam jumlah besar. Pengiriman barangnya melalui darat dan laut. “Kami was-was apakah ada barang yang pecah. Alhamdulillah enggak ada yang cacat sama sekali,” katanya. ( Baca juga:Mengingatkan Kembali, PNS Diminta Tak Liburan ke Luar Kota )
Pemilik agen JNE Kramat Asem, Utan Kayu, Jakarta Timur, Rizki Prasetyo, mengatakan persaingan antar jasa pengiriman saat ini cukup sengit. Sejak membuka Agen pada 2010, ia merasakan itu tiga tahun terakhir. Dia pernah mendapatkan penghargaan sebagai 10 besar agen dengan jumlah pengiriman terbanyak se-Jakarta Timur. Hal itu terjadi pada periode 2015-2017, saban hari jumlahnya mencapai 600 paket.
Rizki memprediksi bisnis jasa pengiriman akan terus membaik di masa depan. Apalagi masyarakat mulai terbiasa berbelanja secara daring. Selain itu, pembatasan sosial membuat masyarakat kerap mengirim aneka cinderamata dan makanan untuk relasi bisnis dan keluarga di luar kota.
Dia pun meyakini JNE masih dipercaya masyarakat. JNE yang sudah melanglang buana di jagat jasa pengiriman barang selama 30 tahun atau tiga dekade memiliki keunggulan, yakni relasi yang luas. “Kurirnya jauh lebih banyak. Jaringan kami luas dan di bandara punya load VIP yang buat lebih cepat,” ujarnya, Senin (21/12/2020).
Saban bulan, omzet agen milik Rizki mencapai Rp40 juta. “Bersihnya sampai 30%,” ucapnya.
Sementara, Hasanudin mengungkapkan omzet agennya yang baru berumur tiga tahun sudah mencapai Rp30 juta per bulan. Setelah dipotong untuk biaya sewa tempat, gaji pegawai, dan biaya operasional lainnya, dirinya bisa mengantongi keuntungan Rp10-15 juta.
Dandy juga pernah mengirim parfum sebanyak 60 buah ke Papua. Pembeli memilih menggunakan layanan JNE Trucking. Ini biasanya dipilih konsumen yang membeli barang dalam jumlah besar. Pengiriman barangnya melalui darat dan laut. “Kami was-was apakah ada barang yang pecah. Alhamdulillah enggak ada yang cacat sama sekali,” katanya. ( Baca juga:Mengingatkan Kembali, PNS Diminta Tak Liburan ke Luar Kota )
Pemilik agen JNE Kramat Asem, Utan Kayu, Jakarta Timur, Rizki Prasetyo, mengatakan persaingan antar jasa pengiriman saat ini cukup sengit. Sejak membuka Agen pada 2010, ia merasakan itu tiga tahun terakhir. Dia pernah mendapatkan penghargaan sebagai 10 besar agen dengan jumlah pengiriman terbanyak se-Jakarta Timur. Hal itu terjadi pada periode 2015-2017, saban hari jumlahnya mencapai 600 paket.
Rizki memprediksi bisnis jasa pengiriman akan terus membaik di masa depan. Apalagi masyarakat mulai terbiasa berbelanja secara daring. Selain itu, pembatasan sosial membuat masyarakat kerap mengirim aneka cinderamata dan makanan untuk relasi bisnis dan keluarga di luar kota.
Dia pun meyakini JNE masih dipercaya masyarakat. JNE yang sudah melanglang buana di jagat jasa pengiriman barang selama 30 tahun atau tiga dekade memiliki keunggulan, yakni relasi yang luas. “Kurirnya jauh lebih banyak. Jaringan kami luas dan di bandara punya load VIP yang buat lebih cepat,” ujarnya, Senin (21/12/2020).
Saban bulan, omzet agen milik Rizki mencapai Rp40 juta. “Bersihnya sampai 30%,” ucapnya.
Sementara, Hasanudin mengungkapkan omzet agennya yang baru berumur tiga tahun sudah mencapai Rp30 juta per bulan. Setelah dipotong untuk biaya sewa tempat, gaji pegawai, dan biaya operasional lainnya, dirinya bisa mengantongi keuntungan Rp10-15 juta.
(uka)
Lihat Juga :