Tangkap Peluang IK CEPA, Kotra Jakarta Siap Jembatani Perdagangan RI-Korsel

Kamis, 31 Desember 2020 - 23:44 WIB
loading...
Tangkap Peluang IK CEPA,...
Kotra menyediakan booth konsultasi di hampir semua acara misi dagang maupun pameran. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan (Korsel) telah menandatangani Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Korea Selatan (Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement/IK CEPA) pada 18 Desember 2020 lalu.

Guna mengoptimalkan peluang kerja sama pasca ditandatanganinya IK CEPA , Korea Trade-Investment Promotion Agency (Kotra) Jakarta, melalui program FTA Support Center, siap memberikan pelayanan edukasi serta pendampingan kepada pelaku usaha Indonesia yang ingin menggali lebih lanjut mengenai potensi perdagangan impor dengan Negeri Ginseng.

FTA Support Center Kotra Jakarta merupakan salah satu divisi di Kotra yang aktif dalam memberikan informasi dan konsultasi gratis terkait implementasi perjanjian perdagangan (Free Trade Agreement) antara Indonesia dan Korea. Salah satu caranya dengan menyiapkan booth konsultasi di hampir semua acara Misi Dagang (Trade Mission) maupun pameran yang diselenggarakan oleh Kotra.

(Baca juga: Ada IK-CEPA, Transaksi Dagang dengan Korsel Ditarget Rp280 T di 2021 )

Director General Kotra Jakarta Lee Jongyoon mengungkapkan, sebelum IK CEPA ditandatangani, Korea dan Indonesia bersama dengan negara-negara ASEAN lainnya telah memiliki perjanjian perdagangan ASEAN-Korea FTA (AK FTA). Namun, kata dia, IK CEPA merupakan perjanjian perdagangan yang lebih komprehensif jika dibandingkan dengan AK FTA, yang mencakup perdagangan barang, jasa, investasi, dan kerjasama ekonomi lainnya.

“Perjanjian kerja sama ini semakin membuka lebar peluang pelaku usaha atau distributor untuk menilik produk-produk dari Korea Selatan, yang juga semakin diminati oleh masyarakat Indonesia, dan tidak menutup kemungkinan produk Indonesia juga dapat menjadi komoditas ekspor ke Korea Selatan,” ujarnya, dikutip Kamis (31/12/2020).

(Baca juga: Impor Tinggi, Perajin Tempe-Tahu Minta Produksi Kedelai Lokal Digenjot )

Lee Jongyoon menambahkan, Kotra memiliki komitmen yang kuat untuk membantu para pelaku usaha di Indonesia untuk dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dari IK CEPA.

FTA Support Center Kotra Jakarta nantinya akan memberikan beragam fasilitas dan layanan kepada masyarakat dan atau pengusaha UMKM Indonesia, tidak hanya terkait dengan AK FTA, namun juga IK CEPA.

Adapun fasilitas dan layanan yang diberikan oleh Kotra Jakarta berupa pengenalan beragam produk dari manufaktur-manufaktur mitra Kotra, pemberian konsultasi terhadap aturan ekspor dan impor Korea-Indonesia, serta pendampingan dalam hal kepabeanan dan dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk transaksi impor barang dari Korea Selatan seperti Form AK atau Surat Keterangan Asal Barang.

(Baca juga: 6 Lagu K-Pop yang Punya Judul Sama, tapi Mood-nya Beda jauh! )

Lee Jongyoon menjelaskan, Form AK memungkinkan pelaku usaha mendapatkan penurunan tarif bea masuk bahkan sampai 0% di negara tujuan ekspor. Hal ini nantinya akan membuat produk yang memiliki daya saing harga yang kompetitif.

“Dengan kata lain pelaku usaha Indonesia yang mengimpor produk-produk dari Korea Selatan bisa mendapatkan keringanan bea masuk, yang pastinya berdampak pada keuntungan yang lebih," pungkasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hindari Blokade AS,...
Hindari Blokade AS, Iran Alihkan Perdagangan ke Jalur Kereta Api China
Berhasil Lintasi Selat...
Berhasil Lintasi Selat Hormuz, 1 Juta Barel Minyak Tiba di Korsel
Prabowo Bawa Oleh-oleh...
Prabowo Bawa Oleh-oleh Investasi Rp173 Triliun dari Korea Selatan
China dan Indonesia...
China dan Indonesia Makin Mesra, Nilai Ekspor Nasional Tembus Rp1.000 Triliun
Transformasi Perdagangan...
Transformasi Perdagangan Berbasis Teknologi Jadi Kunci Daya Saing Ekonomi Nasional
Perang Iran vs AS-Israel...
Perang Iran vs AS-Israel Memanas, Indonesia Cari Jalur Perdagangan Baru
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Rekomendasi
Polisi Tetapkan ART...
Polisi Tetapkan ART Angel Lelga sebagai Tersangka Kasus Dugaan Pencurian, Langsung Ditahan
Google dan A24 Berkolaborasi...
Google dan A24 Berkolaborasi Kembangkan Teknologi AI di Industri Film
Ketat! Hanya 17 Sekolah...
Ketat! Hanya 17 Sekolah dari Depok yang Lolos ke Babak Jakarta Liga Bintang Juara GTV
Berita Terkini
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Telkom Catat Pendapatan...
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun, DPR Minta Soliditas Dijaga
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved